ParimoSULTENGVideo News

IRIGASI TAK KUNJUNG DIPERBAIKI PEMERINTAH, PRODUKSI PETANI SAWAH DI PALASA MENURUN DRASTIS

Reporter : MIHTAHUL AFDAL

Parimo, swatvnews.id – Kerusakan irigasi tidak pernah alpa terhadap petani sawah di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, sejak tahun 2019 hingga tahun 2020, petani terus dipusingkan dengan kerusakan irigasi tersebut.

Pasalnya, irigasi itu telah dijanjikan oleh pemerintah setempat di Kecamatan Palasa untuk segera diperbaiki, bahkan pernyataan itu telah dilontarkan sejak tahun 2019, bahwa perbaikan irigasi akan direalisasikan pada tahun 2020 ini. Namun, hingga kini irigasi tak kunjung di perhatikan pemerintah, akibatnya produktivitas petani sawah di Kecamatan Palasa menurun drastis.

Tawakal (59) mengaku sejak tahun 2019 sudah sering menyuarakan ke pemerintah desa dan pemerintah kecamatan sekaitan kekeringan air yang tidak lagi mengalir ke areal persawahan yang diakibatkan kerusakan irigasi.

Tidak sampai disitu saja, Tawakal pergi menemui Danramil Kecamatan Palasa untuk meminta arahan, bahkan Danramil sendiri ikut serta membantu petani sawah dalam kerjabakti dan pengadaan karung dan ada juga dari petani sawah langsung.

Mirisnya, petani sawah saat ini hanya mengharapkan curah hujan sebagai sumber air untuk persawahan, jika tidak ada air, maka sawah akan kering.

Tawakal mengungkapkan, sebagian beras ada yang dijual dan ada juga yang dikonsumsi, biasanya dalam dua bulan sebelum menggarap sawah petani sudah menyimpan beras sesuai kebutuhan dan selebihnya di jual.

Untuk harga beras sekarang yang jenis impari dan bramo seharga 500 rb perkarung (50 kilo), sementara beras seperti gedi dan PB harganya hanya mencapai kisaran 47 rb dan 48 rb.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close