Palu

SULTENG TELAH MEMILIKI ALAT PENDETEKSI COVID-19

Foto : gubernur Sulteng Drs.Longki Djanggola didampingi Danrem 132 Tadulako Kolonel (Inf) Agus Sasmita, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal, Kadis Kesehatan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes dan Kepala BPOM Palu saat meninjau Labkes,kamis(29/04)humasprov/swatvnews.id

Palu,Swatvnews.id – Pemeriksaan swab test dengan metode PCR untuk mendeteksi infeksi covid-19, akhirnya bisa dilakukan sendiri oleh UPT Laboratorium Kesehatan (labkes) Pemda Provinsi Sulteng.

Dengan begitu deteksi kasus positif covid-19 akan jadi lebih cepat dengan tingkat keakuratan sampai 100 % daripada memakai rapid test.

Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si yang meninjau kesiapan labkes pada Kamis siang (30/4) mengatakan bahwa pengoperasian lab untuk pemeriksaan sampel swab baru dilaksanakan Senin (3/5) nanti.

Pada peninjauan itu, gubernur didampingi Danrem 132 Tadulako Kolonel (Inf) Agus Sasmita, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal, Kadis Kesehatan dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK, M.Kes dan Kepala BPOM Palu.

Dalam sehari urai gubernur, labkes akan mampu memeriksa sampai 27 sampel atau setara dengan 2 siklus yang mana 1 siklus sendiri butuh waktu 5 jam.

Lab juga mampu menyimpan hingga 1000 sampel swab sehingga tidak tertutup kemungkinan lab bisa menerima sampel dari provinsi tetangga seperti Gorontalo dan Sulbar.

Tapi prioritas sekarang tegas gubernur tetap masyarakat Sulteng dan jika nanti ada petunjuk dari pusat dalam hal ini Litbang Kementerian Kesehatan, barulah Sulteng memback up daerah lain.

“Kalau sudah diakui maka Kita akan sama dengan Jakarta dan Makasar,” ungkap gubernur yang mana dua daerah itu sudah memiliki lab PCR.

Dengan kemampuan UPT Labkes maka Sulteng kini menjadi provinsi kedua di Sulawesi yang mampu menguji sampel swab lewat metode PCR sesuai SOP surveilens protokol covid 19.

Tentang kemungkinan melonjaknya pasien covid-19 maka Gubernur Longki Djanggola menyatakan bahwa pemda sejak jauh hari telah mempersiapkan skenario antisipasi.

Seperti menyiagakan gedung LPMP dan asrama BPSDM untuk merawat pasien, serta asrama Bapelkes untuk transit tenaga medis yang merawat pasien.

Adapun prediksi pakar epidemiologi menyatakan pada puncak wabah Mei nanti, jumlah terjangkit Sulteng mencapai 80 kasus positif maka gubernur dengan tegas meminta masyarakat supaya lebih disiplin menaati imbauan pemerintah.

“Alhamdulillah tingkat kematian Kita rendah dari sekian kasus, itu lah ukurannya sehingga (kurva) kita masih dianggap landai dan Saya mau dukungan masyarakat supaya proaktif membantu pemerintah,”pungkasnya berharap,(Dy-swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close