Parimo

TIGA HARI MENGHILANG, NELAYAN PERIMO DITEMUKAN TENGGELAM DI KEDALAMAN 29 METER

Reporter : Hendrik

Tim SAR saat mengevakuasi jasad korban di perairan Afolua, Teluk Tomini Kec, Parigi Utara Kab,Parimo,Minggu(12/04) Foto-tim humasbasarnas

Parigi, Swatvnews.id – nelayan asal kota parigi moutong sebut saja Tahsan alias san (39) tahun ditemukan sudah tidak bernyawa di perairan Afolua, Teluk Tomini oleh tim SAR

Pencarian yang dimulai pada pagi pukul 07.00 wita membuahkan hasil, Tahsan (39) Nelayan asal Parigi moutong yang hilang saat melaut di Teluk Tomini ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pagi pukul 09.30 wita, Minggu(12/04)

Tim SAR mengevakuasi jasad korban tenggelam untuk di serahkan ke keluarga

Kepala Basarnas Palu, Basrano mengatakan korban ditemukan oleh sektor 1 yakni tim yang melakukan penyelaman, korban ditemukan pada kedalaman kurang lebih 29 meter, saat ditemukan posisi korban dengan celana tersangkut di batu karang. Korban selanjutnya di evakuasi ke rumah duka.

Dengan ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai unsur SAR yang terdiri dari Basarnas Pos SAR Parimo, Polsek Parigi Utara, Pos Pol Air, Pos Al Parigi, TNI AD, Damkar, BPBD, Satpol PP, Tagana, Potensi SAR Parimo dan masyarakat setempat kembali ke kesatuannya masing-masing.

“Terima kasih kepada semua pihak yang dari Hari pertama hingga hari ini telah membantu dalam proses pencarian terhadap saudara kita, semoga kita semua dalam lindungan Tuhan YME dan untuk keluarga korban kami turut berduka cita semoga keluarga diberi ketabahan, terang Basrano.

seperti diketahui bahwa tahsan dilaporkan hilang pada jumat(10/04) lalu saat melaut di perairan Afolua Teluk Tomini Kecamatan Parigi Utara Kabupaten Parimo

dua hari dilakukan pencarian, hasilnya nihil sehingga tim kembali pada hari ketiga, dihari ketiga inilah tim berhasil menemukan korban yang sudah meninggal dunia selanjutnya dilakukan evakuasi, Dy-Swatvnews.id

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close