ParimoVideo News

CEGAH PENYEBARAN COVID-19, PEDANGANG DI PASAR TRADISIONAL PARIGI PUNYA CARA TERSENDIRI

Reporter : Aisyah Khumaira

Parimo, swatvnews.id – Terhitung sejak tanggal 2 April lalu, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan aktifitas jual beli di pasar tradisional.
Pemberlakukan pembatasan aktifitas jual beli di pasar tradisional sebagai tindaklanjut dari surat edaran yang dikeluarkan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan covid-19.
Bukan hanya itu, pemberlakukan pembatasan aktifitas jual beli di pasar juga berdasarkan surat edaran Gubernur Sulawesi Tengah Diskes pertanggal 16 maret 2020 tentang pencegahan dan antisasi penyebaran covid-19 di Sulawesi Tengah. Kemudian Surat Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 550/ 161/ Dishub pertanggal 24 maret 2020 perihal pembatasan pergerakan arus barang dan penumpang.
Ada beberapa poin tertuang dalam pemberlakukan pembatasan aktifitas jual beli di pasar tradisional Parigi diantaranya mengatur soal waktu berdagang hanya dapat dilakukan mulai Pukul 05.00 hingga Pukul 13.00 Wita.
Selain di pasar tradisional, untuk sementara waktu masyarakat juga dilarang melakukan aktifitas jual beli seperti di ruang terbuka hijau baik pedagang kaki lima maupun pedagang tenda

Sementara itu, Asosiasi Pedagang Pasar Sentral Tagunu Parigi (APPSTP) turut menegaskan, bagi setiap pedagang wajib mematuhi himbauan yang dikeluarkan Pemerintah demi kepentingan keselamatan bersama. Pembatasan aktifitas jual beli ini berlaku sampai dengan waktu yang belum ditentukan, bagi seluruh pedagang pasar yang berada di Kabupaten Parigi Moutong.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close