SULTENGTolitoliVideo News

SATGAS COVID-19 TOLITOLI, ISOLASI BALITA USAI DITETAPKAN PDP

Tolitoli, swatvnews.id – Inilah video amatir yang direkam saat mengabadikan momen seorang ibu yang membawa balita dengan kondisi terinfus, usai turun dari mobil ambulans dengan dikawal oleh tim medis RSU Mokopido Tolitoli dengan menggunakan alat pelindung diri.

Tim satuan tugas COVID-19 mengumumkan seorang pasien yang tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Mokopido Tolitoli, ditetapkan sebagai pasien dalam pemantauan dan langsung dilakukan isolasi di ruang khusus yang sudah disiapakan rsu setempat

Pasca mengumumkan seorang balita yang ditetapkan sebgai pasien dalam pemantauan. Tim satuan tugas langsung menggelar konferensi pers dihadapan para awak media yang juga dihadiri instansi terkait.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang menangani pasien tersebut, diketahui balita PDP berumur tiga tahun dan berjenis kelamin laki-laki dimana sewaktu dirawat sebelumnya menderita diare akut.

Saat dilakukan perawatan hari kedua, tim dokter rsu setempat mendapatkan keluhan dari pasien, menderita infeksi saluran pernapasan akut atau ispa.

Keluhan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan lebih mendetail menggunakan alat ct scan dan ditemukan bercak-bercak pada paru-paru kanan dan kiri pasien sehingga disimpulkan pasien mengidap penyakit viral pneumonia

Anggota tim Satgas Covid-19 Kabupaten Tolitoli dokter Sofyan mengungkapkan,dari riwayat sebelumnya, pasien pernah kontak dengan salah satu keluarganya yang s pernah berkunjung ke negara china. Sementara penyebab pneumonia ini belum bisa dipastikan apakah corona virus disease (covid) atau kuman lain, hal tersebut menunggu hasil pemeriksaan specimen yang dikirim ke Pusat Penelitian Dan Pengembangan Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Sesuai standar operasional prosedur penanganan PDP dari hasil analisis yang dilakukan pihaknya, dan berdasarkan penanganan pasien dalam pemantauan yakni setiap pasien wajib dilakukan isolasi, sembari mendapatkan penanganan secara ketat hingga 14 hari kedepan.

Sementara bagi keluarga pasien yang sudah terkontaminasi dengan pasien bersama perawat yang menangani pasien itu, sudah dimasukkan dalam orang dalam pengawasan.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close