PolitikSULTENGTolitoli

KELULUSAN TES TERTULIS ANGGOTA PPS DITOLITOLI DIDOMINASI APARAT DESA

Tolitoli, swatvnews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tolitoli mengumumkan hasil tes tertulis bagi panitia pemungutan suara, yang sebelumnya di gelar secara serentak di 10 kecamatan, diantara yang lulus pada seleksi pps didominasi para aparatur desa.

Pada pelaksanaan tes tertulis yang digelar kpu kabupaten tolitoli yang bekerjasama dengan panitia pemilihan kecamatan di 10 kecamatan, akhirnya menetapkan sebanyak 615 masuk ditahap seleksi wawancara dimana merupakan tahap akhir dari seleksi perekrutan PPS pada pilkada tahun 2020

Pengumuman yang ditempel langsung melalui papan pengumuman di kantor KPU setempat. Seluruhnya merupakan hasil penilaian yang dilakukan oleh pihak kpu yang disesuaikan berdasarkan ranking nilai yang diraih setiap peserta.

Dari hasil tes tertulis yang diumumkan sebagian besar merupakan para aparatur desa yang mencoba keberuntungan untuk menjadi tenaga ad hock sebagai penyelenggara pada tingkat desa.

Selain didominasi para aparatur desa, sebagian kecil lagi yang lolos seleksi tertulis adalah para mantan penyelengara yang pernah ikut dalam kontestasi pemilu 2019 lalu.

Sementara itu komisioner divisi parmas dan sdm kpu kabupaten tolitoli mengatakan dari hasil pengumuman sebnyak 12 desa tidak memenuhi kuota, namun demikian tidak merubah pada seleksi tahap wawancara yang sudah diagendakan

Dari klasifikasi desa dan kelurahan yang tidak memenuhi kuota peserta seperti desa timbolo 3 peserta, Desa Diule 3 peserta, Desa Binontoan 4 peserta dimana masuk pada Kecamatan Tolitoli Utara. Selanjutnya Desa Ginunggung 5 peserta di Kecamatan Galang, untuk di Kecamatan Dondo Desa Lobuo 4 peserta. Di Kecamatan Lampasio diantaranya Desa Ogomatanang 5 peserta, Desa Lampasio 5 peserta dan Desa Maibua 4 peserta, disusul Desa Kabetan 4 peserta, Desa Bambalaga 4 peserta, Desa Sambujang 5 peserta dan yang terakhir Kelurahan Sidoarjo di Kecamatan Baolan hanya 4 peserta.

Meski disebagian besar desa dan kelurahan yang tercukupi kuotanya, menandakan tingginya animo masyarakat untuk menjadi tenaga adhock pada penyelenggara di tingkat desa maupun kelurahan, namun dipastikan pada seleksi wawancara pihak kpu akan lebih selektif lagi untuk memilih penyelenggara yang berintegritas profesional dan tetap menjunjung tinggi netralitas.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close