HUKUMMorowaliVideo News

POLISI AMANKAN 7,4 TON SOLAR BERSUBSIDI, PELAKU TERANCAM PIDANA 6 TAHUN PENJARA

Hasil KDYD Polsek Bungku Tengah

Bungku, swatvnews.id – Jajaran Polsek Bungku Tengah (Buteng) menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) dalam kegiatan tersebut Polsek Bungku Tengah yang dipimpin langsung oleh Kapolsek bersama lima anggotanya kembali berhasil mengamankan satu unit mobil truck yang memuat BBM bersubsidi jenis solar yang diduga akan diselundupkan kesejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah.
Kapolsek Bungku Tengah AKP A Rapar yang didampingi oleh Panit Reskrim dan Panit Intelkam Polsek Bungku Tengah saat menggelar Komprensi Perss yang dilaksanakan di Mapolsek Bungku Tengah Kelurahan Marsaoleh Kecamatan Bungku Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Rabu (26/02/2020) kepada sejumlah awak media mengatakan bahwa pihaknya kembali berhasil mengamankan mobil truk yang bermuatan BBM jenis solar pada saat menggelar kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Bente Selasa (25/02/2020) sekitar pukul 19.30 Wita.
Dijelaskan Rapar dalam kegiatan tersebut pihaknya mencurigai mobil truk dengan nomor polisi DN 9257 CE yang kelebihan muatan dan setelah dihentikan dan dilakukan pemeriksaan ternyata mobil tersebut bermuatan BBM jenis Solar dan selanjutnya petugas membawa barang bukti mobil truk berikut sopir dan kernetnya ke Mapolsek Bungku Tengah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Menurut Rapar setelah dilakukan introgasi akhirnya sang sopir mengakui bahwa mobil tersebut memuat BBM Jenis Solar dengan jumlah 212 jerigen yang masing-masing jerigan berisi 31 liter dan 4 buah drom yang masing-masing berisi 217 liter sehingga total keseluruhan 7.440 liter yang diambil dari SPBU di Mangkutana Sulawesi Selatan yang rencananya akan diantar ke Perusahaan yang ada di Kecamatan Bahodopi karena tidak dilengkapi dengan domumen sehingga pihak polsek mengamankan truk bersama BBM ke Mapolsek Bungku Tengah.

Kapolsek Bungku Tengah AKP A Rapar untuk sang sopir berikut kedua orang kernetnya saat ini masih dalam pemeriksaan dan apabila terbukti bersalah maka yang bersangkutan akan dijerat dengan Pasal 55 Jo pasal 53 huruf B dan Undang-undang RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan gas bumi diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 milyar.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close