HUKUMMorowaliVideo News

2 TAHUN JALAN-JALAN DI PALU, DPO AS BERHASIL DIBEKUK POLISI

penganiayaan dikenakan Pasal 351 KUHPidana, dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.

Morowali, swatvnews. Id – Meski sempat kabur ke kota Palu setelah melakukan penganiayaan dua tahun silam, seorang warga Desa Emea Kecamatan Wita Ponda berinisial AS akhirnya berhasil ditangkap oleh personil Polsek Wita Ponda dirumahnya 10 Febuari 2010 sekira pukul 14.00 Wita.
Hal itu dikemukakan oleh Kasat Reskrim Polres Morowali AKP Donatus Kono S.H, S.I.K yang didampingi oleh Kabag Ops Polres Morowali AKP Nasruddin SH.S.IK.HM dan Kanit Reskrim Polsek Witaponda Bipka Rahmat saat menggelar Press Release dihalaman Mapolres Morowali Kompleks Perkantoran Bumi Fonuasingko Desa Bente Kecamatan Bungku Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah Selasa (11/02/2020).
AKP Donatus Kono SH S.IK menceritakan kronologis awal kejadian peristiwa bahwa pada hari Hari Selasa tanggal 11 Desember 2018 sekitar pukul 21 00 Wita, pelaku AS meneriaki ST yang pada saat itu sedang memegang Nosel di Pompa SPBU Emea Kecamatan Wita Ponda.
Menurut Kono korban ST mengatakan kepada pelaku AS kalau korban ST memegang Nosel karena disuruh oleh DJ, sehingga terjadilah cek-cok adu mulut antara pelaku dan korban, kemudian pelaku AS pergi meninggalkan SPBU , tak lama kemudian AS datang kembali bersama dengan temannya sambil membawa sebilah parang dan tanpa basa basi pelaku AS langsung mengayunkan parang tersebut kearah korban,akan tetapi korban menangkis parang dengan tangan kirinya sehingga menyebabkan tangan kiri korban mengalami luka akibat terkena sabetan parang.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian sebatang bambu berukuran panjang sekitar 88 Centi meter,sementara parang yang digunakan untuk menganiaya korban masih dalam pencaria. sementara untuk pelaku penganiayaan dikenakan Pasal 351 KUHPidana, dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya AS saat ini mendekam diruang tahanan Polsek Wita Ponda Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah sambil menunggu proses selanjutnya.

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close