Palu

SABU DAN UANG RP.210 JUTA DI AMANAKAN SATUAN RESERSE NARKOBA POLRES PALU SAAT GEREBEK PESTA NARKOBA

Foto : Kapolres Akbp Moch Sholeh,S.IK didampingi Ps.Kasubbag Humas dan Perwira Propam Polres Palu saat memperlihatkan sabu-sabu dan uang sitaan pada kegiatan komperensi pers,Rabu(15/01)humasrespalu/swatvnews.id

Palu,swatvnews.id – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor (Polres) Palu, menggerebek pesta sabu-sabu dan mengamankan dua orang pelaku serta barang bukti berupa serbuk putih yang diduga sabu, penangkapan ini berlangsung di sebuah rumah di BTN Puskud, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Rabu (14/01/2020)

Foto : Kapolres Palu Akbp Moch Sholeh.S.IK saat komperensi pers kasus penangkapan narkoba di mako Polres Palu,rabu(15/01)humasrespalu-swatvnews.id

barang bukti yang disita polisi dalam penggerebekan itu diantaranya satu bungkus besar diduga sabu-sabu seberat 50.46 gram, satu paket kecil 1,25 gram bruto, dua paket kecil 0,64 gram, dua alat isap sabu-sabu atau bong dan uang sebanyak rp. 210 juta, selain sabu dan uang tunai polisi juga mengamankan barang bukti lain berupa satu pireks kaca, tiga telepon seluler, satu sepeda motor Yamaha Fino warna biru kuning tanpa plat nomor, satu tas pinggang warna hitam,

Kapolres Moch Sholeh mengatakan ” tiga orang yang ditangkap dalam penggerebekan itu yakni berinisial Sd alias Am (31), warga BTN Puskud, AS alias Ip (24) dan SU alias Al, keduanya warga Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala” ungkap Kapolres,penangkapan itu dilakukan berkat informasi bahwa di rumah Sd sedang berlangsung pesta sabu-sabu. Atas informasi itu, polisi segera melakukan penggrebekan rumah dimaksud” tambahnya

polisi meringkus tiga pelaku dan mengamankan barang bukti narkoba dalam sebuah tas hitam milik Sd yang diselempang di lehernya serta uang tunai sebanyak Rp.210 juta di dalam lemari kamarnya, uang tersebut diduga hasil penjualan sabu-sabu

Karena kondisi tidak memungkinkan dan untuk keselamatan polisi, pelaku bersama barang buktinya segera digelandang ke Mapolres Palu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiga tersangka itu dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kasusnya masih dalam pengembangan,” tutur mantan Kapolres Banggai,(Dy-Swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close