ParimoVideo News
Trending

DANA STIMULAN HABIS,HUNTAP TERANCAM TIDAK RAMPUNG

Parimo, swatvnews.id – Sepintas rumah bantuan bermodel konvensional yang diberikan kepada korban gempa di wilayah kota kabupaten parigi moutong terlihat telah rampung. Namun siapa menyangka, kondisi ini rupanya masih dikeluhkan bagi penerima, pasalnya dana stimulan yang dikucurkan senilai rp50 juta kepada setiap korban melalui kelompok dan diatur oleh fasilitator telah habis tanpa sisa.

Zulfikar Zamardi salah satunya, warga yang terdampak gempa dan rumahnya mengalami rusak berat pada waktu itu, saat ini mengaku bahwa dampak dari tidak tersisanya bantuan dana stimulan tersebut, hampir 75 persen rumah warga terdampak gempa tidak memiliki daun pintu kamar, mck serta hanya berlantai dan berdinding kasar.

Zulfikar menyebutkan, sejak dikucurkan dana stimulan tahap pertama, warga terdampak sama sekali tidak diberi ruang untuk membelanjakan secara sendiri material selain diarahkan ke toko bangunan tertentu oleh fasilitator yang notabene harga terlampau mahal. Sehingga, dana yang sedianya cukup membuat rumah bantuan terlihat indah dan rapi tidak terpenuhi, dan akhirnya menyisahkan kembali beban kepada para warga terdampak.

marutnya pengelolaan dana bantuan stimulan tahap pertama, pemerintah diminta dapat mengembalikan pengaturan pengelolaan dana stimulan yang ditetapkan sebelumnya yakni dikelola langsung oleh warga terdampak, agar sisa selisih dana bantuan dapat dinikmati kembali untuk kebutuhan bangunan rumah yang belum diselesiakan.

Warga juga berharap, untuk bantuan tahap dua dan tiga kategori rumah rusak ringan dan sedang dapat diserahkan kepada masing-masing penerima, sehingga pihak dewan perwakilan rakyat daerah parigi moutong dapat menyaksikan, mengawasi, serta mendampingi langsung proses penyaluran kepada masyarakat.
Dari parigi moutong,

aisyah khumairoh, kontributor
SWATV NEWS MELAPORKAN

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close