HUKUMSULTENG

MENANGKAP IKAN DENGAN CARA DIRACUN, DUA NELAYAN ASAL DESA BALUKANG DITANGKAP POLISI

Kedua Pelaku Terancam Kurungan 6 Tahun Penjara

Foto : Konferensi Pers kasus Tindak Pidana Perikanan  dipimpin oleh Dir Polairud Polda Sulteng Kombes Pol Indra Rathana,S.IK didampingi Kasubdit Gakkum Dit Polirud Akbp Wolor dan Kanit Idik Kompol lexi Gagauna,Bripka Rudiansyah staf Bidhumas,Senin(09/12)Foto, Teguh-swatvnews.id

Donggala,Swatvnews.id – Dua nelayan warga desa Balukang Kabapaten Donggala ditangkap Polisi usai melakukan aksinya menagkap ikan dengan cara meracun,Senin(02/12)

Foto : 23 penyu hijau (Chelonia mydas) yang merupakan barang bukti atas dugaan tindak pidana bidang BKSDA yang di amankan Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Sulteng,Selasa(03/12)foto,Teguh-Swatvnews.id

penangkapan ini bermula Senin ( 02/12)sekitar pukul 03.40 wita,  saat  personil Polisi Perairan dan Udara(DitPoliurud) Polda Sulteng melaksanakan Patroli oleh Kapal Motor (KP) Pelikan-5008 diwilayah perairan laut barat Donggala mendapati sebuah perahu tanpa nama, setelah dilakukan pemeriksaan ternyata nelayan tersebut melakukan penangkapan ikan dengan cara menggunakan racun kamanre.

Saat pengeledaan dan pemeriksaan di atas perahu yang digunakan tersangka,  polisi mendapati barang bukti berupa
1 (satu) unit perahu Tanpa Nama.
1 (satu) unit Generator merk YMMX PRO.
4 (empat) buah Lampu Penerang
1 (satu) unit mesin penggerak merek RIO.
1 (satu) kantong pelastik racun ukuran 1 Kg.
1 (satu) kg ikan campuran
1 (satu) buah gabus tempat ikan.
1 (satu) buah serokan ikan

serta mengamankan dua orang yang diduga pelaku adalah  : AR alias Ran (35)Tahun,pekerjaan Petani, alamat Desa Balukang Kec.Sojol Kab. Donggala. JF Alias Anto (32)tahun,Pekerjaan petani, alamat Desa Balukang Kec.Sojol Kab. Donggala

guna proses lebih lanjut saat ini barang bukti dan dua orang yang diduga pelaku tindak pidana perikanan di amankan di Mako Direktorat Polairud Polda Sulteng

Direktur Polisi Perairan dan Udara Kombes Pol Indra Rathana,S.IK yang didampingi Kasubdit Gakkum Dit Polirud Akbp Wolor dan Kanit Idik Kompol lexi Gagauna  dalam komperensi Pers di Mako Polairud mengatakan ” saat ini kami sedang menangani kasus tindak pidana perikanan yaitu orang yang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan Kimia (Bius ikan) yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (1) dan/atau Pasal 100 B Jo Pasal 8 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang, perubahan atas UU RI Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP, dimana dalam kasus ini apabila kedua terduga terbukti melakukan tindak pidana perikana  terncaman Hukuman Pidana Penjara Paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp. 1.200.000.000,- (satu milliar dua ratus juta rupiah) Ungkap Dir Pol Airud

saat komferensi pers,Dir Pol Airud juga meriliase kasus tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) berupa penyeludupan penyu, kasus ini juga terungkap saat KP.XIX-2001 melakukan patroli diwilayah perairang (Banggai Kepulauan) Bangkep menemukan sebuah kapal tanpa nama yang dinahkodai oleh Lk. RN alias Liansa (46) Tahun menemukan penyu sekitar Dua puluh tiga r(23) ekor dalam keadaan hidup, guna kepentingan penyidikan saat ini tersangka di amankan di Mako Dit Pol Airud Polda Sulteng sementata penyu-penyu dalam waktu dekat akan dilepas kehabitatnya, ungkap Dir Pol Airud (Dy-Swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close