SULTENG

PALU SEAFOOD FESTIFAL 2019,BANGKITKAN GAIRAH PARIWISATA PASCA BENCANA

Akan Digelar Pada Sabtu dan Minggu (23–24 November 2019) Pekan ini

FOTO, Ketua Asosiasi Perhimpunan Perhotelan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah Fery Taula pada press cenverence,Kamis(21/11)foto-Swatvnews.id

Palu, swatvnews.id – Satu tahun pasca gempa, sunami dan liquifaksi di Palu, hingga kini sejumlah sektor terus berpacu untuk bangkit ke arah yang lebih baik, beberapa sektor yang paling memberikan dampak akibat bencana ini diantaranya sektor perikanan dan kelautan, serta sektor pariwisata. Meski demikian kedua sektor ini terus berupaya untuk kembali bangkit melalui program-program yang telah dirancang untuk dapat membawa keduanya menuju arah positif dengan peningkatan yang signifikan
Terkait hal itu Dinas Perikanan dan kelautan (Diskanlut) bersama Dinas Pariwisata dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) sulawesi tengah menggelar sebuah Even bertajuk “Palu SeaFood Festival 2019” yang akan digelar digelar pada Sabtu dan Minggu (23–24 November 2019) pekan ini bertempat di Taman GOR kota palu,Jumat(22/11)

tentu saja hal ini bermaksud untuk menumbuh kembangkan peluang usaha bidang kuliner dan sebagai ajang promosi hidangan hasil laut Indonesia. Selain itu diharapkan dapat memperkenalkan Sulteng sebagai salah satu penghasil ikan (seafoof) terbesar di wilayah Indonesia.
Festival yang juga dilakukan dalam rangka memperingati hari ikan nasional (harknas) yang jatuh pada 21 November 2019 yang memasuki tahun ke 6 ini digelar untuk dapat mempertahankan dan memperkaya budaya kuliner nusantara. Selain itu tujuannya yakni mengangkat hidangan tradisional sebagai kekayaan kulineri Indonesia. Mengajak rakyat Indonesia khususnya masyarakat Palu, Sulteng untuk menikmati hidangan sehat dan bergizi dengan bumbu-bumbu alami tanpa bahan pengawet.
Diharapkan dengan digelarnya kegiatan itu yakni tujuannya memberdayakan sektor kuliner untuk mendatangkan wisatawan domestik dan mancanegara ke Kota Palu Sulteng.
Ketua Asosiasi Perhimpunan Perhotelan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Tengah Fery Taula pada press cenverence di Kampoeng Nelayan Resto dan Hotel mengatakan sangat bersyukur kepada kedua unsur pimpinan di kegiatan festival yakni kepala Dinas Pariwisata dan Kadis Kelautan Perikanan yang telah memberikan respon dan respek luar biasa. Hal ini tentu saja katanya partisipasi dan perhatian kedua kadis ini melebihi ekspetasinya.
Fery menambahkan, tujuan utama dari festival ini adalah membangun kembali sektor pariwisata Kota Palu dan sekitarnya. Kendati memunggut biaya pendaftaran, bukan hanya kompetisi yang jadi poin yang ingin dicapai tetapi semangat kompetisi dan yang paling penting adalah bagaimana peserta nantinya akan mendapatkan tips-tips baik itu resep atau kiat-kiat maupun teknik-teknik tertentu dari chef-chef yang akan dihadirkan.
Perlu diketahui kata Fery, master chef yang akan bertindak sebagai juri nanti adalah Ketua Asosiasi Chef Indonesia Sulawesi Selatan. Juga ada eksekutif chef dari Hotel Klarow Makasar serta sejumlah eksekutif chef dari hotel bintang di Palu seperti eksekutif chef dari Swiss Bell, Sutan Raja, Santika dan Best Western akan berpartisipasi.
“Terimakasih atas respon kedua pimpinan dinas yang luar biasa ini, kami juga memohon kerjasama dan dukungan dari teman-teman pers untuk membantu menyebarluaskan berita kegiatan ini, bukan sekedar hanya untuk memperbanyak yang mendaftar tetapi agar dapat diketahui di daerah lain bahkan internasional,” kata Fery.

Sementara itu Kadis Pariwisata Drs. I Nyoman Sriadijaya dan Kadis Kelautan dan Perikanan Moh Arif Latjuba pada kesempatan itu sepakat akan mendukung penuh kegiatan itu. Selain berkesesuaian dengan dinas masing-masing, kegiatan itu memiliki multi efek yang nantinya dapat menumbuh kembangkan perekonomian di Sulteng. (asri-swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close