Sigi

10 Tersangka Utama, 2 DPO

Polres Sigi Bongkar Pembakaran Lapas di Sigi

Kapolres Sigi Akbp Wawan Sumantri saat pelaksanaan Konferensi pers di mako polres sigi,Selasa(08/10/2019),Foto,humasressigi-swstvnews.id

Sigi, Swatvnews.id – Kepolisian Resor (Polres) Sigi berhasil membongkar tindak pidana pembakaran disertai pengrusakan terhadap Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu di Desa Maku Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi, Minggu 29 September 2019 lalu.

Dalam keterangan resminya, Selasa 08 Oktober 2019 di Markas Polres Sigi, Kapolres Akbp Wawan Sumantri mengungkapkan modus operandi oleh para tersangka usai menjalani pemeriksaan di Satuan Reskrim Polres bersama Tim Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan Puslabfor terhadap penyebab terbakarnya Lapas kelas III Palu, menemukan indikasi adanya unsur kesengajaan, kemudian setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 50 orang saksi yang terdiri dari 43 orang Napi dan 7 orang petugas Lapas.

Tindak pidana pembakaran sel tahanan serta pengrusakan Lapas Perempuan Kelas III Palu tersebut, sekitar jam 18.00 Wita mengakibatkan 6 (enam) kamar Lapas ludes dilalap si jago merah.
Dari keterangan dari 10 tersangka utama yakni Rosmani, Atriwenda alias Wenda, Elisa Ramalan ga alias Elis, Tenri Sanna alias Tenri, Rutenya alias Erna, Sitti Hadija, Farida alias Ida dan Diana Tang kudung. Sedangkan Dua lainnya Mona dan Maslia saat ini menjadi target Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Sigi.

Dalam pemeriksaan, upaya perencanaan melarikan diri dengan cara membakar/merusak sel ini telah direncanakan sejak hari jumat tanggal 20 September 2019 dengan beberapa kali melakukan pertemuan yang dimotori DPO Mona untuk memancing petugas jaga membuka pintu sebagai akses untuk melarikan diri.
Usaha ini pertama dilakukan pada hari Sabtu 22 September 2019 sekitar jam 22.00 Wita, dimana tersangka Tendri Sanna ditugaskan memancing keributan dengan cara membakar selendang yang dililitkan di kipas angin. Namun usaha ini gagal karena apinya keburu dipadamkan oleh rekannya sesama Napi.
Kemudian usaha ini kembali direncanakan oleh sdri Mona dengan kembali melakukan beberapa kali pertemuan yang kali imi lebih kongkrit dengan pembagian tugas yang lebih jelas dan matang, dimana masing-masing orang memiliki tugas dan perannya. Kemudian, pada Minggu 29 September 2019 sekitar jam 16.00 Wita rencana itu mulai dilakukan sebelum pintu sel ditutup oleh petugas Jaga. Lisda keluar dari blok sel untuk merusak mesin air dengan menggunakan martil sementara Farida dan Tantri berpura – pura sakit untuk memancing agar petugas jaga datang menengok dengan tujuan agar pintu blok terbuka.
Sekitar jam 18.00 Wita, Elis, Wenda Erna mulai membakar sel sehingga situasi mulai kacau dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Tenri untuk merampas HT petugas jaga, lalu Sitti Hadija, Garuda dan DPO Maslia juga melakukan pembakaran sehingga situasi semakin tidak terkendali dan para Napi mulai berlarian keluar blok menuju kepintu sekat, lalu kepintu steril dan menuju ke lapangan kemudian selanjutnya membongkar pintu terali besi yang merupakan pintu akses keluar masuk mobil dengan cara menggoyangkan secara beramai – ramai hingga roboh lalu melarikam diri keluar lapas.
Sementara itu, Wenda dan Erna menerobos melarikan diri melalui pintu depan dibantu oleh para napi lainnya.
Kepolisian berhasil mengamankan Barang Bukti (Barbuk) berupa 1 ( satu ) buah HT, 1 ( satu ) buah kipas angin dan 1 ( satu ) buah loyang hitam dalam pengembangan kasus tersebut sehingga para pelaku akan dituntut dengan Pasal 187 ayat 1 UU KUHP junto pasal 187 KUHP dan 170 ayat 1 KUHP dengan ancaman 12-20 tahun penjara.

Kepala Bidang Hubungan masyarakat Polda Sulteng Akbp Didik Supranoto,SIK membenarkan adanya kasus pembakaran dan penangkapan para tersangka. juru bicara Polda Sulteng ini juga menyampaikan kepada 2 DPO kasus tersebut untuk menyerahkan diri.
” Kepada 2 orang tersangka lainya untuk segera menyerahkan diri pada kantor polisi terdekat” tegas perwira dua melati itu.(Dy,Swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close