SULTENG

KAPOLDA SULTENG PERINTAHKAN KABIDPROPAM PROSES OKNUM PERAMPAS KAMERA WARTAWAN

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto.MSi saat bertemu dengan kepala Sulteng Diruangan Penmas Bid Humas Polda sulteng,kamis(26/09/2019)sore

Palu,Swatvnews.id –  Upaya mengamankan penyampaian aspirasi oleh mahasiswa kota Palu yang menyuarakan penolakan beberapa Rancangan Undang Undang didepan DPRD Sulteng Rabu 25/9 secara Umum dapat terkendali dan situasi kembali Kondusif walaupun sempat muncul kericuhan tetapi aparat yg berjaga mampu menerapkan Standar Operasional Prosedur dalam menghadapi aksi masa baik saat damai maupun anarkhis,senin(30/09)

Akan tetapi keberhasilan Polda Sulteng mengamankan Proses pengambilan sumpah/janji Anggota DPRD Sulteng Masa bhakti 2019-2024 yg diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa tersebut, ternoda dengan prilaku oknum anggotanya Briptu J yang melakukan perampasan kamera/ Handy camp milik wartawan TVRI Sulteng.

“Kami sangat prihatin dan atas nama Polda Sulteng memohon maaf baik kepada pribadi wartawan yang bersangkutan, kepada TVRI Sulteng dan lembaga yg mengayomi para jurnalis (AJI/IJTI/PWI,PFI) atas sikap dan prilaku oknum Briptu J sehingga menghambat tugas-tugas jurnalis” ucap Kabidhumas Polda Sulteng Akbp Didik Supranoto.

“Bapak Kapolda Sudah perintahkan Kabidpropam untuk segera periksa oknum Briptu J hari Sabtu kemarin (28/9) saat coffe morning bersama PJU.  Saudara Rian selaku korban hari Senin (30/9) juga akan dipanggil dan diperiksa Bidpropam.”

“Polda Sulteng juga sudah membuat Surat Telegram kepada jajaran terkait kejadian ini agar tidak terulang kembali dan diharapkan peristiwa perampasan kamera ini yg terakhir, dimana dalam himbauannya kepada jajaran Polda Sulteng antara lain ditegaskan untuk menghormati dan memberikan kesempatan kepada jurnalis untuk melakukan peliputan krn tugas mereka dilindungi UU, kedua tidak menghambat atau menghalang-halangi tugas jurnalis dengan melakukan perampasan akat dan menghapus hasil liputan, ketiga tindakan point dua merupakan pidana dg ancaman penjara paling lama 2 tahun dan denda paling tinggi Rp 500 jt.” Tutup Didik.(Dy-Swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close