Palu

PUPR, Tahun 2020 Akan Membangun 7000 Unit Huntab

Satu Tahun Pasca Bencana Pasigala

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si. memimpim Rapat Evaluasi pelaksanaan Pembangunan Bidang  Infrastruktur Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah  bersama Satgas PUPR Arie Sutiadi dan Kepala Balai PUPR dan Perwakilan Jica ruang kerja Gubernur Sulawesi Tengah , Sabtu(28/09)Foto-Birohumaspemda-Swatvnews.id

Palu,Swatvnews.id Satuan Tugas (Satgas) Perkejaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Sutiadi menyampaikan seluruh progres kegiatan penanganan dampak bencana Sulawesi Tengah , pada bidang jalan, Sungai dan bidang Cipta Karya. pada bidang rehabilitasi jalan , menurut Arie Sutiadi bahwa pekerjaan beberapa ruas jalan sudah berjalan sesuai dengan progres , demikian juga rencana pembangunan tanggul laut saat ini menunggu Amdal dan pembangunan jembatan IV Palu sudah proses Desain dan direncanakan pembangunan tanggul Laut didesain menjadi kawasan tangguh bencana,Sabtu(28/09)

progres pembangunan irigasi Gumbasa bahwa awal desember sudah dapat memfungsikan 1.070 ha dari 8.000 ha. selanjutnya penanganan banjir sungai Banggai , Sungai Salua , Sungai Poi dan Sungai Mio sudah dalam proses Desain , selanjutnya dalam pembangunan PAM Pasigala rencananya akan dipindahkan sumber Airnya sehingga nantinya dapat melayani Air bersih untuk Sigi dan Palu tetapi diharapkan kedepan pengelolaan PAM dapat langsung ditangani Pemerintah Propinsi.

Selanjutnya Pada bidang Cipta Karya bahwa penyediaan Huntab oleh PUPR pada tahun ini sudah melakukan pelelangan untuk 1600 Unit Huntab dan oleh Budda Shu Zhi 3000 unit selanjutnya PUPR tahun 2020 akan membangun 7000 unit Huntab , selanjutnya permasalahan yang menghambat dan butuh dukungan bapak Gubernur adalah penyediaan lahan untuk percepatan seluruh infrastruktur yang akan dibangun .

Pada Kesempatan itu Gubernur Sulawesi Tengah , Drs. Longki Djanggola, M.Si . mengapresiasi progres pembangunan penangan bencana pada bidang Infastruktur seluruh progres sudah berjalan baik tapi saar ini ada kendala yang dihadapi agar seluruh pelaksanaan pembangunan dapat berjalan baik adalah kesiapan lahan yang akan segera dibicarakan dengan Kanwil BPN dan Bupati dan Walikota Palu , dalam waktu tidak terlalu lama diminta realisasi janji BPN dalam hal penyediaan lahan , karena saat ini masyarakat sangat mengharapkan kepastian realisasi Pembangunan Huntab, Gubernur Juga menyampaikan bahwa lokasi Likufaksi Balaroa dan Petobo tetap akan dijadikan menjadi Lokasi Memorial Park atau Ruang Terbuka Hijau sesuai dengan keputusan bersama dan terakhir Gubernur mengharapkan agar terus kita pastikan dapat dipercepat seluruh pelaksanaan pemulihan dampak bencana àgar masyarakat yang terdampak dapat segera mendapatkan kepastian,

Rapat Evaluasi pelaksanaan Pembangunan Bidang  Infrastruktur Penanggulangan Bencana Sulawesi Tengah, Gubernur  didampingi Sekda Propinsi Sulawesi Tengah , Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan , Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang, Kepala Dinas Cipta Karya, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman , Kepala Biro Humas dan Protokol,(Dy-Swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close