Palu

PFI Palu Kecam Tindakan Represif Oknum Anggota Polri

Kapolres Palu Memohon Maaf Atas Reaktif Anggotanya

Kapolres Palu Akbp Mujianto,SIK saat melakukan mediasi dengan korban perampasan kamera dan  beserta jurnalis di ruang loby Polda Sulteng,Rabu(25/09)Foto,ucup-Swatvnews.id

Palu,Swatvnews.id – PEWARTA Foto Indonesia (PFI) Palu mengecam tindakan represif yang dilakukan oknum aparat kepada seorang jurnalis TVRI Sulteng Rian Saputra saat meliput aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa yang berlangsung ricuh di Jalan Raden Saleh, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Rabu (25/9/2019).

Anggota Polri saat mengevakuasi peserta unjuk rasa di depan mapolda Sulteng,rabu(25/09) foto,irfan-swatvnews.id

Sekretaris PFI Palu M Taufan SP Bustan menjelaskan, jurnalis mendapat perlindungan hukum selama menjalankan tugasnya, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

“Oleh karena itu PFI Palu mengecam aksi ini. Dan secara kelembagaan kami mendesak Kapolda Sulteng untuk menindak tegas oknum aparat tersebut,” tegasnya.

Tindakan ini bisa dipidanakan,” tandas Taufan.

Menurut Jurnalis Media Indonesia itu, PFI Palu menerima laporan bahwa Rian mendapat perlakukan yang tidak sepatutkan dilakukan oknum Polri.

Kejadian ini bermula saat Salah seorang polisi berpakaian bebas merampas dan menghapus rekaman video saat mengabadikan demonstrasi ribuan mahasiswa di Palu terkait penolakan RUU di mana, saat melakukan peliputan sekitar pukul 16.00 WITA di Jalan Raden Saleh, Rian dihalang-halangi saat merekam pembubaran aksi mahasiswa oleh polisi.

Tidak hanya itu, kamera Rian juga dirampas bahkan video hasil rekamannya dihapus oleh oknum polisi yang diduga bertugas di Polres Palu tersebut.

Menyikapi hal itu Kapolres Palu AKBP Mujianto,S.I.K langsung menemui wartawan TVRI Rian Saputra yang didampingi oleh Kepala Stasion TVRI Ir.Agus Kusmadi, Ketua AJI Palu,Ketua IJTI,Pengurus PFI dan beberapa awak media yang sempat hadir,

Orang nomor satu di jajaran Polres Palu ini menyampaikan permohonan maaf sebesar besarnya kepada Rian Saputra selaku korban dan seluruh awak media
“Saya Kapolres Palu mengucapkan permohonan maaf sebesar besarnya atas apa yang terjadi,kalau anggota saya yang berbuat pasti saya yang bertanggung jawab karna mereka adalah anak buah saya, semoga hal ini tidak terulang lagi” ucap kapolres

Kasubbid penmas Bid Humas Polda Sulteng yang ikut hadir pada pertemuan mediasi itu juga menyampaikan permohonan permohonan maaf mewakili Kabid Humas Polda Sulteng
” saya selaku Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Sulteng mewakili kabid Humas yang saat ini sedang tugas di luar kota memohon maaf atas kejadian perampasan peralatan kerja jurnalis, kedepan kami sebagai pembina fungsi kehumasan akan membuatkan penerangan satuan(pensat) dan Telegram (TR) kepada jajaran menyangkut pemahaman tentang kerja-kerja jurnslis sesuai dengan Undang-Undang Pers, ungkap Kasubbid Penmas

Hal ini disambut dengan lapang dada oleh kepala stasion TVRI Palu
“Ini merupakan pelajaran buat kami dan kita semua semoga kejadian ini merupakan kejadian yang terakhir selanjutnya kita akan berkomunikasi secara intersif agar terjalin kemitraan yang baik dan berkelanjutan” ungkap mantan kepala stasion TVRI jogja ini

Setelah mendapatkan penjelasan dan permintaan maaf dari Kapolres dan anggota Polres palu yang diduga sebagai pelaku keduanya saling memaafkan,(Dy,Swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close