EKOBIS

Kosmetik Produk Paling Populer

Pengawasan Obat dan Makanan Memerluka Sinergi Masyarakat

Hidayat Lamakarate, perwakilan BPOM RI  Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan kosmetik, Dra Rr. Maya Gustina Andarini dengan peserta pada kegiatan kampanye cerdas menggunakan kosmetik di sala satu hotel kota palu,kamis,01/02/2019(foto,swatvnews.id)

Palu, Swatvnews.id – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu menggelar kegiatan kampanye cerdas menggunakan kosmetik untuk generasi milenial di hotel santika Kota Palu, Kamis (1/08/19).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh perwakilan BPOM RI dalam hal ini Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan kosmetik, Dra Rr. Maya Gustina Andarini.

Dalam sambutannya Maya menyampaikan, Kosmetik ini memang sesuai yang istimewa. Sekitar 50 persen nomor izinnya dari dan dikeluarkan oleh BPOM.

“5 tahun terakhir kita sudah mengeluarkan 150.000 produk, cukup banyak. Untuk generasi milenial dengan adanya teknologi sangat mempengaruhi pola promosi dan konsumsi kosmetik,” ujarnya.

Dirnya menambahkan, Tingkat transaksi kosmetik didunia digital semakin berkembang khususnya dari cara market.

“Menurut survei 2018, produk kosmetik merupakan produk paling populer dalam penjualan online dibawa produk fashion, dan gadget,” katanya.

Maraknya perdaran via daring, kata dia, berpotensi untuk memberikan informasi menyesatkan terkait produk yang legal.

Hal ini membuat masyarakat, khususnya milenial semakin mudah terkontaminasi mengkonsumsi kosmetik yang tidak memenuhi syarat.

Untuk itu, kegiatan ini pastinya sangat bermanfaat khususnya untuk edukasi kalangan milenial soal kosmetik.

“Jadi kami melakukan pengawasan termasuk kosmetik. Kami temukan pada 2018, sebanyak 128 miliar hanya untuk kosmetik dari total 160 miliar temuan Badan POM. Jadi sudah banyak temuan dan demand nya cukup tinggi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu jika hanya pengawasan yang biasa-biasa saja, tidak akan menyelesaikan hal itu, maka dari itu sekarang BPOM melibatkan masyarakat untuk bisa melindungi dirinya sendiri terhadap kosmetik yang tidak memenuhi syarat, masyarakat disadarkan supaya terhindar dari iklan-iklan yang menyesatkan (hoax) endorsmen yang tidak benar.

“Temuan kosmetik ini paling banyak adalah mercury yang janjinya untuk memutihkan secara instan yang akibatnya itu bisa membuat kanker dan terakumulasi di ginjal,”

Dirinya lebih lanjut mengatakan, Kami punya cyber kontrol untuk melihat produk online yang dijual, bekerjasama dengan jasa pengiriman, jasa kurir. Bahkan untuk, masuk distu kami juga rela menjadi pegawai dalam kurur tersebut supaya bisa dideteksi produk-produk yang kira-kira berpotensi ilegal dalam jumlah banyak.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi Sulteng, Hidayat Lamakarate, dalam sambutannya mengatakan Kami sudah menyampaikan beberapa kali kepada Badan POM. Karena diluar POM, kita tidak punya kewenangan untuk melakukan pengawasan.

“Tetapi paling tidak mungkin bisa diberikan pelatihan-pelatihan, inikan ada kerja sama antara badan pom dan pramuka untuk membentuk saka pom harapannya mereka nanti yang terlibat disitu bisa diberikan pemahaman sekaligus mungkin diberikan semacam rekomendasi untuk bisa melakukan pengawasan di masyarakat,” tuturnya.(swatvnews.id/07)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close