Palu

Bantuan Tidak Merata, Nelayan Teluk Palu Angkat Bicara

nelayan Teluk Palu merapikan perahu pasca melaut, Jumat (2/8/2019) pagi.

Palu, Swatvnews.id – Pasca menjelang 11 bulan bencana yang melanda Kota Palu, beberapa nelayan sudah mulai kembali melaut, Jumat (02/08/19).

Seperti Nelayan yang tinggal di Jalan Cut Mutia, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, bernama Kasmudin, dirinya pagi tadi baru saja menyandarkan perahu miliknya di bibir pantai bekas anjungan Nusantara Palu.

Kasmudin, merupaka salah seorang nelayan yang kehilangan perahu dan alat tangkap ikan yang di gunakannya untuk melaut sebelum gempa terjadi, saat gempa dan tsunami menghantam Kota Palu 28 September 2018 lalu, seluruh peralatan yang ia miliki hilang di hantam tsunami.

“Saat bencana 2 perahu saya hancur, lengkap dengan mesin perahu dan alat tangkap ikan,” jelas Kasmudin.

Kasmudin mengaku sampai saat ini dirinya bersama nelayan lain di pantai Talise itu, belum tersentuh bantuan pemulihan pasca bencana.

Mereka, telah beberapa kali dimintai dokumen seperti fotocopy KTP dan Kartu Keluarga, yang mana untuk pendataan bantuan, Kata Kasmudin.

“Tapi cuman habis di situ saja, tidak ada juga bantuan datang,” tambah Kasmudin.

Karena kebutuhan mendesak, nelayan di lokasi itu harus membeli perahu dan alat tangkap ikan, yang mana pembelian itu dilakukan nelayan secara mandiri atau swadaya.

Mereka membeli perahu dengan harga kisaran Rp2 juta sampai Rp3 juta per perahu, sedangkan mesin perahu Rp1 juta lebih, lengkap dengan alat tangkap ikat set.

“Alhamdulillah hasilnya lumayan, untuk makan sendiri, bisa juga untuk dijual,” terang Kasmudin.

Kasmudin dan nelayan lainnya di pesisir pantai bekas Anjungan Nusantara Palu itu sejak beberapa bulan terakhir melakukan aktivitas nelayan.

Sebagian nelayan mendapat bantuan perahu dari pemerintah dan NGO, sebagian lainnya belum mendapatkan bantuan perlengkapan nelayan.

Seperti halnya dirinya sendiri, belum pernah tersentuh bantuan apapun dari pemerintah maupun NGO.

Dirinya berharap pemerintah bisa memperhatikan mereka, walaupun telah membeli peralatan baru.

“Kami juga merupakan nelayan yang terdampak, jadi kami hanya ingin pemerintah perhatikan jangan hanya sebagian, agar tidak menjadi kesalah pahaman,” tutupnya.(swatvnews.id/07)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close