Palu

Peduli Hoax,Tiga Dewan Adat Kunjungi Polda

perwakilan dewan adat sigi,donggala dan palu saat melakukan pertemuan dengan kabid humas, Wadirbinmas  Akbp Sirajudin Ramli, SH, M.Si dan Kasubdit I Ditintelkam Polda Sulteng Akbp Taufik Lamakarate, SH.diruang loby polda sulteng,kamis,25 juli 2019,foto-humas polda)

Palu, Swatvnews.id – Ketua Dewan adat Palu Drs. Muh. Rum Paramasi, Ketua Dewan adat Sigi Andi Lasipi, Ketua Dewan adat Donggala H. Dayu Wajar. L dan Ketua Dewan adat Parigi Andi Cimbu Tagunu beserta rombongan berjumlah 13 orang kunjungi Polda Sulawesi Tengah, Kamis (25/07/2019).

Para Tokoh adat tersebut tiba di ruang Loby Wira Dharma Brata Polda Sulteng pada pukul 10.00 Wita, dan disambut dengan hangat oleh Kabidhumas Polda Akbp Didik Supranoto, SIK yang mewakil Kapolda Sulawesi Tengah. Turut hadir pada pertemuan tersebut Wadirbinmas Polda Sulteng Akbp Sirajudin Ramli, SH, M.Si dan Kasubdit I Ditintelkam Polda Sulteng Akbp Taufik Lamakarate, SH.

Dalam suasana santai tersebut, Ketua Dewan adat Palu Drs. Muh. Rum Paramasi menyampaikan keprihatinan dan terpukul atas penyebaran berita Hoax yang menyasar kepada Gubernur Sulawesi Tengah dan disayangkan karena menyangkut nama baik Drs. H. Longki Djanggola,M.Si.

“Kami ucapan terima kasih kepada Polda Sulawesi Tengah yang sudah menindak lanjuti atau memproses laporan Drs. H. Longki Djanggola,M.Si. kami mendengar Sdr.YBS kemarin tanggal 24 Juli 2019 sudah diperiksa sebagai saksi. Kami berharap YBS diproses sesuai hukum yang berlaku dapat dilimpahkan ke Kejaksaan”harapnya.

Kabid humas polda sulteng akbp didik supranoto saat kegiatan silaturahmi dengan dewan adat

Ketua Dewan adat yang lain menambahkan bahwa Dewan Adat telah melakukan tindakan preventif dengan menenangkan masyarakat untuk menahan diri dari tindakan yang dapat menimbulkan gesekan dan konfik sosial di Sulawesi Tengah yang selama ini kondusif serta meyakinkan masyarakat bahwa Polda Sulteng menangani kasus ini secara profesional.

Dewan adat akan mengambil langkah terkait masalah ini setelah adanya kejelasan perkara tersebut sehingga dapat memutuskan apa sanksi adat nantinya.

Sebelum menanggapi aspirasi para Ketua Dewan Adat tersebut, Kabidhumas Polda Sulteng Akbp Didik Supranoto, SIK menyampaikan permohonan maaf Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto,M.Si yang tidak dapat menemui kunjungan para tokoh dewan adat dikarenakan pada waktu yang bersamaan Kapolda Sulteng melaksanakan tugas yang tidak dapat ditinggalkan.

“Terima kasih atas perhatian yang diberikan bapak-bapak dewan adat atas upaya yang telah dilakukan, kami mohon dewan adat dapat terus menenangkan warganya dan mencegah timbulnya konflik sosial dan kami sampaikan proses penanganan kasus ini masih berlangsung . Percayakan proses penyidikan kepada Kepolisian, karena Polri akan bekerja secara profesional dan cepat untuk menuntaskan kasus ini” jelasnya.

Admin barisan teman yadhi basma bersama 5 perwakilan saat audiance dengan kabid humas,dan kabidkum polda sulteng,jumat 16 juli 2019,foto-swatvnews.id

dimana sebelumnya(jumat,16 juli 2019) kabid Humas Polda Sulteng juga menerima perwakilan dari Barisan Teman Yadhi Basma berjumlah lima orang yang di pimpin oleh Ista Nur masyithah sebagai Admin Bantaya untuk audiesi menyangkut maraknya tentang kasus Hoax yang menyebut nama anggota DPR Propinsi Yadhi Basma, dalam kesempatan itu kabid humas polda sulteng bersama kabidkum Polda Sulteng Akbp I Gusti Putu Purwa, SH, M.Si. menyampaikan bahwa polda sulteng saat ini sedang bekerja untuk membuktikan laporan polisi yang diterima ” saat ini kami bekerja secara profesional untuk membuktikan laporan polisi yang diterimah,apakah bisa dibuktikan atau tidak, tergantung hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik
Kalau memang itu ada unsur pidanya kami akan tindak lanjuti dan selanjutnya kalau tidak juga kami akan sampaikan, mohon kita semua bersabar” ucap Kabidkum Polda Sulteng ( ucup-swatvnews.id)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close