Sosok

Jendral Raden Said Soekanto, Pondasi Pada Masa Depan Polri

Hut Bhayangkara ke-73

Palu, Swatvnews.id – Perawakan tinggi dan hidung mancung tentara fasis jepang yang menjajah Indonesia pun curiga,ada darah belanda mengalir dalam tubuhnya.maka, ia pun ” dibuang” oleh tentara jepang ke sekolah Kepolisian jawa Keisatsu Gokko, Sukabumi Jawa Barat, senin 17/06/2019

pada masa itu, dia satu dari orang indonesia yang punya pangkat tinggi dalam kepolisian.kala itu, ia juga sedang memegang jabatan strategis diKepolisian Wilayah Jakarta. dia adalah Raden Said Soekanto Tjokrodiantmodjo,yang pangkatnya masa penjajahan Jepang adalah Ito Keishiantau Komisaris Polisi Tingkat I. ayahnya bangsawan dari Purwarejo,Jawa Tengahdan perna menjadi Wedana di Daerah Tanggerang,kini masuk provinsi Banten.nama ayahnya Raden Martomihardjo dan ibuhnya dari Ciawi,Bogor bernama Kasmirah.Soekanto sendiri lahir di Bogor pada 7 Juni 1908.

karena menjadi orang buangan,Soekanto tak mendapat tugas mengajar di sukabumi itu.juga tak diberi wewenang apa pun, dua tahun,ia” disukabumikan”
ketika kemerdekaan Indonesia di Proklamirkan pada 17 Agustus 1945,kabar menggembirakan ini voba ditutup petinggi Sekolah Kepolisian Jawa Keisatsu Gakko.karena itu Soekanto dan banyak temanya baru tau belakangan.begitu tahu ia pada 27 September 1945 segera berangkat kejakarta, dengan tujuan menyerahkan sekolah Kepolisian tersebut kepada pemerintah Indonesia yang baru berumur 40 hari.oleh Sartono dan iwa Koesoemasoemantri,yang sudah lama ia kenal,Soekanto kemudian diajak mengikuti rapat kabinet pertama pemerintah RI dibawah Presiden Seokarno,29 September 1945.

dalam rapat Kabinet tersebut,Soekanto mengutarakan maksudnya.tanpa disangka,Bung Karno langsung memberi instruksi” Segerah bentuk Kepolisian Nasional” demikian terterah dalam buku Jendral Polisi R.S.Soekanto Tjokrodiantmodjo.

pada masa itu juga,Soekanto dilantik sebagai Kepala Kepolisian Negara,tentu saja,ia kaget dan rikuh pula. usianya juga masih 37 tahun.sementara itu masih ada juga polisi yang senior,seperti Ating Natakusuma,R.Soemarto,dan Asikin Natanegara ” tidak,saya ingin kamu yang jadi Kepala Kepolisian Negara.nanti hubunggi saja yang lain dan ajak membangun Polisi Nasional ” Kata Presiden Soekarno.

menurut Toti Soebianto,yang perna menjadi ajudan Soekanto,penunjukan tersebut di dukung pejabat-pejabat lain,seperti Sutan Sjahrir,Sartono,dan Chairul Saleh.akan halnya Toti Soebianto merupakan orang pertama yang dipanggil Soekanto untuk membantu menjalankan tugas-tugasnya.

tugas pertama dari Presiden Soekarno kepada Kepala Kepolisian Negara Raden Said Soekanto Tjokodiatmodjo: rebut kembali sekolah kepolisian dari tentara fasis Jepang dalam tempo relatif singkat,tugas tersebut dapat dirampungkan kendati demikian,masih banyak tugas lain yang harus ia tunaikan.

Soekanto menjadi Kepala Kepolisian Negara sejak 1959, 14 Tahun,dalam sejarah Kepolisian Republik Indonesia (Polri)Soekanto adalah Kepala Kepolisian paling muda dan paling lama menjabat, pada masa kepemimpinanya,Indonesia yang baru merdeka memang masih dilanda ketidak stabilan keamanan.ada banyak pemberontakan di berbagai daerah.juga pergantian sistim ketatanegaraan,dengan berbagai dinamika politiknya.

Soekanto sebagai Kepala Kepolisian bergeming menjaga indenpendensi institusinya ” Soekanto memegang erat indenpendensi Kepolisian supaya tidak rusak” ungkap sejarawan TNI G.Ambar Wulan.
setidaknya dua kali soekanto mengirimkan memo kepada anak buanhnya di daerah agar tak terlibat dalam urusan politik.

dengan dorongan itupula, Seokanto mendorong agar Kepolisian berada langsung dibawah Presiden atau perdana mentri.waktu itu Kepolisian memang berada dibawah Kementrian Dalam Negeri.Soekanto khawatir,jika berada dibawah mentri dalam Negeri,yang berasal dari partai Politik, Indenpendensi Keplosian akan tergangu. usahanya berhasil. sejak 1 Juli 1946, Kepolisian pun langsung bertanggung Jawab kepada Kepala Pemerintahan. dikutip dari Tribrata News edisi Januari 2019/Ys,Swatvnews.id /2019

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close