SULTENG

Musibah Yang Terjadi Di Sulawesi Tengah Pada Tanggal 28 September 2018 Merupakan Bencana Yang Hampir Sempurna.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. Longki Djanggola saat menerima kunjungan Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kementerian Dalam Negeri RI Dr.Nelson Simanjuntak, bersama 3 NGO / Organisasi antara lain Islamic Relief Worldwide Indonesia, Care International Indonesia dan Arbeiter Samariter Bund (Foto,Humprov-Swatvnews.id)

Palu, Swatvnews.id – Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola, menerima kunjungan Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kementerian Dalam Negeri RI Dr.Nelson Simanjuntak, bersama 3 NGO / Organisasi antara lain Islamic Relief Worldwide Indonesia, Care International Indonesia dan Arbeiter Samariter Bund (ASB), Jumat (14/06/19).

Kunjungan itu, terkait capaian yang telah dilaksanakan baik selama masa tanggap darurat, masa transisi darurat kepemulihan dan masa rehap rekon.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kementerian Dalam Negeri RI Dr.Nelson Simanjuntak, menuturkan turut berduka dengan terjadinya bencana di provinsi Sulawesi tengah, yang terjadi pada tanggal 28 september 2018 silam dan menyampaikan peristiwa itu adalah cobaan.

“bapak yang dicubit orang, kami pasti merasakan juga karena kita masih satu negara,” katanya.

Kementerian Dalam Negeri RI juga mendukung Bapak Gubernur dalam menjalankan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2018 Tentang Kerjasama Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Tugas dan Wewenang Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Pusat di daerah.

Ketua Islamic Relief Worldwide Indonesia Nanang menyampaikan bahwa Islamic Relief Worldwide adalah organisasi internasional yang menangani kebencanan, yang difasilitasi oleh kementerian dalam negeri.

Menurut Nanang, pasca terjadi bencana dana yang terhimpun di Islamic Relief Worldwide Indonesia dalam rangka penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah berjumlah Rp 54 Milyar, yang mana dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan gedung sekolah, shelter dan penyediaan air bersih untuk para korban bencana. Dan selanjutnya, dirinya memohon ijin kepada Bapak Gubernur untuk bekerja selama 2 Tahun di Provinsi Sulawesi Tengah guna menyelesaikan pekerjaan yang telah direncanakan dan nantinya akan dipaparkan secara mendetail ke pemerintah provinsi Sulawesi Tengah.

Perwakilan Care International Indonesia Rini Hanifa menyampaikan bahwa Care memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana yaitu berupa pemenuhan kebutuhan mendesak seperti melalui pemberian paket kebersihan lingkungan, paket hunian sementara keluarga dan paket dapur keluarga.

Selain itu, menurutnya Care juga memberikan bantuan air bersih dan memberikan penyuluhan tentang hidup sehat dilokasi hunian sementara serta Care juga membantu masyarakat untuk mendapatkan penghasilan sementara guna memenuhi kebutuhan dasar melalui program padat karya dan bantuan multiguna. Untuk diketahui, dalam memberikan bantuan berdasarkan pendapatnya, Care memprioritaskan perempuan dan anak perempuan yang paling terdampak bencana dan juga yang paling rawan menjadi korban kekerasan berbasiskan gender.
Tak jauh berbeda dengan 2 NGO lainya, Perwakilan Arbeiter Samariter Bund (ASB) Mely juga menyampaikan bahwa dalam penanggulangan bencana pihaknya lebih terfokus dalam penyediaan sarana air bersih.

Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kementerian Dalam Negeri RI dan NGO sekaligus menyampaikan bahwa dukungan yang masuk di Sulawesi Tengah dalam rangka penanggulangan bencana sangatlah membantu masyarakat baik itu sarana air bersih, hunian dan sebagainya.

Selanjutnya atas nama masyarakat Sulawesi Tengah khususnya yang tertimpa musibah, dirinya mengucapkan permohonan maaf kepada NGO / organisasi bilamana ada sesuatu hal yang kurang berkenan dalam penyaluran bantuan.

Menurutnya, musibah yang terjadi di Sulawesi Tengah pada tanggal 28 September 2018 merupakan bencana yang hampir sempurna.

“bencana di Sulawesi Tengah merupakan yang pertama di dunia, karena satu bencana dengan beberapa kategori antara lain Gempa, Tsunami dan Likuifaksi,” katanya.

Terakhir dirinya menyampaikan bahwa pemerintah daerah masih membutuhkan dukungan bila mana ada NGO / organisasi yang ingin memberikan bantuan dan berpesan jika ada rencana kerja yang akan dilakukan mohon untuk direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik dengan pemerintah daerah untuk menghindari terjadinya overlap dalam melaksanakan suatu kegiatan.

Nampak hadir Kalak BPBD Prov.Sulawesi Tengah, Kepala Biro Bina Adm.Kewilayahan Daerah dan Pemerintahan Setda Prov.Sulteng, Karo Humas dan Protokol Setda Prov.Sulteng. Sugi/Swatvnews.id/2019)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close