Palu

PT. PP Akui Belum Bayar Sebagian Upah Pekerja Huntara Mamboro Yang disegel

Dartono Raharjo (kanan), Bagian Administrasi dan Keuangan Proyek PT PP, saat memberikan penjelasan terkait penyegelan huntara di Kota Palu, Photo, Swatvnews.id/2019, Sabtu (18/5/2019) siang.

Palu, Swatvnews.id – Masalah hunian sementara (huntara) yang disegel di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, mulai menemukan titik terang.

Perusahaan pembangun huntara PT Pembangunan Perumahan (PP) mengakui bahwa ada kelambatan pembayaran upah pengerjaan huntara.

Hal itu diungkapkan oleh Dartono Raharjo, Bagian Administrasi dan Keuangan Proyek PT PP, di Kota Palu, Sabtu (18/5/2019) siang.

“Kemarin kami sudah melakukan pertemuan antara PT PP dan pihak PT USB,” jelasnya.

PT USB merupakan mitra PT PP dalam pembangunan huntara di Kelurahan Mamboro.

Tapi belakangan diketahui, bahwa pekerja konstruksi yang menyegel huntara di Mamboro adalah mitra atau sub kontraktor dari PT USB.

Meski begitu PT PP akui hanya berurusan dengan PT USB.

Dari pertemuan dengan PT USB, disepakati bahwa pembayaran akan diselesaikan pada Rabu (22/5/2019) pekan depan.

“Dan diusahakan PT USB, hari sydah harus membersihkan tulisan-tulisan yang ada di huntara Mamboro,” jelasnya.

Intinya kata Dartono, masalah penyegelan huntara di Kelurahan Mamboro itu, disebabkan kesalahpahaman komunikasi.

Sebelumnya, sebanyak 60 kepala keluarga (KK) yang tinggal di hunian sementara (huntara) di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara terancam kehilangan tempat tinggal.
Sebab, sebanyak 5 unit, yang terdiri dari 60 bilik hubtara terancam akan dibongkar paksa oleh pekerja konstruksi.

Kamis (16/5/2019) siang, pekerja dari perusahaan yang mengerjakan pembangunan huntara itu menyegel salah satu unit huntara yang berada tepat di belakang Terminal Induk Mamboro tersebut.

Disegelnya huntara itu, disebabkan belum diterimanya pembayaran kerja sebanyak 5 unit huntara.

Surya, warga penghuni huntara mengatakan, penyegelan yang dilakukan para pekerja konstruksi itu terjadi sekitar pukul 11.34 wita.

Usai melakukan penyegelan oleh PT USB kata Surya, pekerja itu menegaskan bahwa, jika dalam waktu 3 hari ke depan pemerintah tidak membayar ongkos kerja, maka akan dilakukan pembongkaran paksa pada 5 unit huntara tersebut.

“Mereka bilang, sekitar dua hari akan kembali lagi (ke huntara Mamboro, red),” ujarnya.
(Sugi/Swatvnews.id/2019).

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close