Palu

Unicef Bantu Puluhan Ribu Anak Korban Bencana Pasigala

Bentuk program yang diberikan Unicef adalah pengurangan tingkat stress dan pengurusan dokumen bagi anak.

Walikota Palu Hidayat MSi Saat  menerima Perwakilan pihak Unicef

Palu, Swatvnews.id – Puluhan Ribu korban bencana di Kota Palu sejak 8 bulan ini masih tinggal di Hunian Sementara (Huntara) maupun Shelter-shelter dari tenda. Pemerintah Kota Palu masih mencatat sekitar 42.000 warganya masih berada disana, pengungsian yang tersebar dibeberapa kelurahan. Diantara puluhan ribu itu, terdapat ribuan anak-anak.
Melihat hal itu, Badan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi Anak dan Pendidikan, Unicef turun tangan memberikan bantuan bagi anak-anak korban bencana di Kota Palu, Sigi dan Donggala.
Kepala Unit Perlindungan Anak Unicef, Amanda menjelaskan program mereka merupakan bentuk respons dan komitmen bagi warga korban bencana gempa bumi dan tsunami, terutama anak-anak. Pihaknya akan membantu program kembali ke sekolah, air bersih serta gizi. Tak hanya itu, dalam program itu juga akan difokuskan pula pada upaya menghilangkan stres bagi anak korban bencana serta membantu pengadaan dokumen kelahiran anak.
“Ini bentuk respons darurat dan komitmen Unicef bagi anak-anak dan keluarga korban bencana gempabumi dan tsunami,” beber Amanda saat berada Kantor Walikota Palu, Kamis, 16 Mei 2019.
Bentuk program yang diberikan Unicef adalah pengurangan tingkat stress dan pengurusan dokumen bagi anak.
“Unicef akan bantu 20 ribu akan untuk pengurangan stres terhadap kondisi yang mereka alami saat bencana dan bantuan bagi 10 ribu anak untuk dokumen seperti akta kelahiran anak,” kata Amanda.
Menurut Amanda, program tersebut akan dilaksanakan hingga 2020 dan akan dievaluasi lagi untuk kelanjutannya.
Sementara, Walikota Palu Hidayat yang menerima pihak Unicef, secara pribadi dan atas nama pemerintah kota Palu dan masyarakat sangat berterima kasih atas respons dan dukungan dari Unicef khususnya bagi anak-anak.
“Saat ini masih banyak warga kita yang berada dan bertahan di tenda-tenda. Kondisinya memprihatinkan terutama pemenuhan logistik, kesehatan dan pendidikan,” kata Hidayat. zmn/swatvnews.id/2019

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close