Uncategorized

Pertamina Siapkan Sangsi Hingga Pencabutan Izin Bagi Agen LPG 3 Kg Yang Melanggar

Pertamina selalu menghimbau masyarakat untuk membeli gas LPG Subsidi 3 Kg di pangkalan resmi karena harganya sudah diatur pemerintah.

Hatim Ilwan menjelaskan pihaknya tak segan-segan dalam menerapkan sanksi

Palu, Swatvnews.id – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi, kembali menegaskan agar seluruh agen dan pangkalan LPG yang berada di wilayah Sulawesi untuk menjalankan penyaluran LPG Tabung 3 kg bersubsidi sesuai aturan yang berlaku.

Unit Manager Communication dan CSR, Hatim Ilwan menjelaskan pihaknya tak segan-segan dalam menerapkan sanksi kepada agen ataupun pangkalan yang melakukan pelanggaran.

“Jika terdapat pangkalan menjual LPG 3 Kg subsidi melebihi HET (harga eceran tertinggi) yang ditentukan pemerintah serta melakukan penjualan ke pengecer dalam jumlah besar, pasti kami akan melakukan tindakan,” tegasnya.

Dirinya juga mengungkapkan, penindakan yang kami lakukan mulai dari peneguran, pemberian sangsi serta yang terberat, pemutusan hubungan usaha atau kerja sama.

Terbukti, sepanjang tahun 2018 hingga 2019 tak kurang dari 145 sanksi dikeluarkan oleh Pertamina kepada Agen LPG bersubsidi akibat melanggar ketentuan yang berlaku.

“Sejauh ini,sanksi dari agen kepada pangkalan LPG bersubsidi 3 Kg di wilayah Sulawesi mencapai susah mencapai 205 sangsi. “Kami tidak main-main,” ujar Hatim.

Tercatat, sebanyak 109 sanksi ke agen dan 69 sanksi ke pangkalan dikenakan untuk wilayah Sulsel.

Sementara itu, Sulawesi utara menjatuhkan 10 sanksi ke agen dan 6 sanksi ke pangkalan, Sulteng 3 sanksi ke agen dan 100 sanksi ke pangkalan, Sultra 15 sanksi ke agen dan 24 sanksi ke pangkalan, serta Gorontalo menetapkan 3 sanksi ke agen dan 6 sanksi ke pangkalan. Adapun Sulbar mengeluarkan 5 sanksi terhadap agen.

Sanksi tegas yang dikeluarkan tersebut cukup beragam mulai surat teguran, penghentian sementara pengiriman LPG 3 Kg subsidi serta Pemutusan Hubungan Usaha.

“Tergantung tingkat pelanggaran, yang dilakukan agen ataupun pangkalan yang bersangkutan,” ucap Hatim.

Menurutnya, Pertamina selalu menghimbau masyarakat untuk membeli gas LPG Subsidi 3 Kg di pangkalan resmi karena harganya sudah diatur pemerintah.

“Ketika ada pangkalan yang terbukti melanggar, misalnya menjual di atas HET, masyarakat bisa segera melaporkan ke call center 135,” ujarnya.

Terkait tidak dapat dikontrolnya harga jual elpiji 3 kg di level pengecer, Pertamina menerapkan aturan kepada pangkalan untuk tidak menjual secara berlebihan ke pengecer.

“Pangkalan justru harus mengutamakan penjualan ke konsumen langsung” tutur Hatim.

Pertamina juga meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak membeli elpiji dalam jumlah yang banyak dibandingkan hari-hari lainnya karena memasuki Ramadhan tahun ini pasokan elpiji untuk wilayah Sulawesi ditambah rata-rata 10% terhadap konsumsi normal harian.

“InsyaAllah, Kami akan penuhi kebutuhan masyarakat, agar bisa menjalankan ibadah puasa hingga lebaran dengan tenang dan khidmat,” ujarnya.

Pihak Pertamina juga berharap, masyarakat agar membeli LPG 3 kg dengan bijak dan sesuai dengan peruntukkannya.

Selain elpiji 3 Kg, masih menurut Hatim, Pertamina juga menyediakan varian Bright Gas bagi masyarakat mampu, restoran, dan pengusaha hotel.

“Dan kami siap memenuhi berapapun kebutuhannya,” tutupnya.
(Sugi/Swatvnews.id/2019).

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close