EKOBIS

Konsumsi BBM dan LPG Sulteng Meningkat Selama Ramadhan

saran dan aduan terkait distribusi BBM dan LPG, informasi dapat disampaikan melalui Call Center Pertamina di nomor 135 atau Contact Center Pertamina di 1 500 000.

Hatim Ilwan Communication & CSR MOR VII saat , Sabtu (11/8) saat Konferensi Pers di salah satu Cafe di Kota Palu, Sabtu (11/05/2019)

Palu, Swatvnews.id – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII Sulawesi memastikan sudah mengantisipasi peningkatan konsumsi BBM dan LPG di Provinsi Sulawesi Tengah menyusul meningkatnya konsumsi masyarakat saat memasuki bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Unit Manager Communication & CSR MOR VII saat menggelar acara buka bersama media di Palu, Sulteng, Sabtu (11/8) saat Konferensi Pers di salah satu Cafe di Kota Palu.

“Kami sudah prediksi peningkatan konsumsi tersebut berdasarkan pengalaman Ramadhan dan lebaran tahun lalu serta trend konsumsi selama tahun 2019 ini,” ujarnya.

Untuk BBM Bersubsidi (PSO) jenis Premium, misalnya, Pertamina memprediksi peningkatan konsumsi sebesar 1,9% dari rerata harian normal sebesar 589 Kiloliter menjadi sebesar 600 Kiloliter per hari.

Sedangkan untuk konsumsi solar cenderung turun sebesar 2% dari rerata konsumsi harian normal sebesar 357 Kiloliter turun menjadi 350 Kiloliter per hari.

“Peningkatan signifikan justru terjadi pada BBM berkualitas (Non PSO),” ucapnya.

Dia menambahkan, BBM non Pso itu salah satunya Pertamax Turbo yang diperkirakan meningkat sebesar 12,5% dari rata rata harian normal sebesar 270 Liter menjadi sebesar 300 Liter per hari.

Bahkan untuk jenis Pertamax diprediksi melonjak signifikan sekitar 13% dari rerata harian normal sebesar 14.000 Liter menjadi 16.000 Liter per hari.

Sama halnya dengan Pertalite yang diprediksi meningkat sebesar 5,3% dari rerata harian normal sebesar 465 Kiloliter hingga menjadi 490 Kiloliter per hari.

Dexlite pun demikian, bahan bakar berkualitas jenis Gasoil ini diprediksi meningkat 6,1% dari rerata harian normal sebesar 9.400 Liter menjadi 10.000 Liter per hari.

“Tidak hanya itu, pasokan LPG di Sulteng juga mengalami peningkatan,” jelasnya.

Untuk LPG Tabung 3 Kg bersubsidi, Pertamina telah menambah pasokan sebanyak 11,9% atau sebanyak 169 Metrik Ton (MT) yakni setara 56.333 tabung per hari dari konsumsi harian normal sebesar 151 MT atau setara 50.333 tabung per hari.

Selain itu, khusus untuk LPG Non PSO, Pertamina juga telah menambah stok harian hampir 15% yaitu dari 7 Metrik Ton (MT) menjadi 8 MT,” ujar Hatim.

Dengan ditambahkannya pasokan BBM dan LPG di Sulteng, Pertamina berharap dukungan masyarakat, pemda, aparat keamanan dan juga teman-teman media untuk bersama-sama mengawasi konsumsi BBM dan LPG, khususnya penyaluran LPG tabung 3 Kg agar bisa tepat sasaran dan sesuai peruntukkannya.

Selain itu juga, Pertamina tak segan-segan dalam menerapkan sanksi kepada agen ataupun pangkalan yang melanggar.

“Jika terdapat pangkalan menjual LPG 3 Kg subsidi melebihi HET (harga eceran tertinggi) yang ditentukan pemerintah serta melakukan penjualan ke pengecer dalam jumlah besar, pasti kami tindak”, tegasnya.

Sebagai upaya pelayanan BBM dan LPG yang terbaik, diharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. Apabila terdapat saran dan aduan terkait distribusi BBM dan LPG, informasi dapat disampaikan melalui Call Center Pertamina di nomor 135 atau Contact Center Pertamina di 1 500 000.
(Sugi/Swatvnews.id/2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close