HUKUM

Polda Sulteng Limpahkan Berkas Ustad Gus Nur

sebelumnya Polisi Lakukan Pemeriksaan kesehatan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur Alias Cak Nur

ustad Sugi Nur Raharja alias Gus Nur Alias Cak Nur saat dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Bid Dokkes Polda Sulteng, Foto, Swatvnews.id/2019

Palu, Swatvnews.id – Kepolisian Daerah Polda Sulawesi Tengah, Melimpahkan berkas perkara tindak pidana sara dibidang ITE yang di lakukan oleh Ustad. Sugi Nur Raharja atau yang akrab di sapa Ustad Gus Nur, dimana sebelumnya dilakukan pemeriksaan kesehatan Oleh Bidang Kesehatan Polda Sulteng, Kamis (09/05/19).

Berkas perkara tersebut, dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Palu untuk di tindak lanjuti ke tahapan berikutnya, yang mana berkas perkara tersebut di terima langsung Kasi Pium Kejari Palu Tri Murniani, SH, yang di sertakan dengan pemeriksaan tahap ke dua oleh kejari terhadap Sugi Nur.

Sebelumnya pada 05 Juli 2018 lalu, Sugi Nur di laporkan ke Polda Sulteng oleh Mohammad Kaharu Ketua Ansor Provinsi Sulteng, karena dianggap melakukan tindak pidana sara di bidang ITE, sesuai dengan Laporan Polisi LP No. 314/VII/2018/SPKT tanggal 5 juli 2018, dengan melanggar pasal 28 ayat 2 UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE

Beberapa bulan setelah di laporkan, Ustad Sugi Nur di tetapkan sebagai tersangka pada 28 November 2018.

” setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pelapor,saksi maupun tersangka, hari ini (kamis 09/05/2019) pelimpahan tahab kedua berkas perkara an. Gus Nur dilakukan setelah dinyatakan P21 oleh Kejaksaan ” Ujar Kabid Humas Polda Sulteng Akbp Didi Supranoto,SIK

Ustad Sugi Nur Raharja sebagai terlapor mengatakan, kami menerima dan menikmati apa yang di tuduhkan kepada kami dan akan menjalani pemeriksaan apapun yang akan dilakukan.

“Saya juga sudah melaorkan balik Mohammad Kaharu yang telah melaporkan saya dengan tudingan tindak pidana sara pelanggaran di bidang ITE,” katanya.

Dia menambahkan, hingga saat ini laporan kami belum juga di respon oleh pihak berwajib, yang mana kami menginginkan agar laporan kami di proses dan Kaharu sebagai orang yang melaporkan saya juga di periksa.

“Saya mau satu sel sama Kaharu tidak apa apa,” ucapnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kami melaporkan balik Kaharu karena dirinya melakukan Aksi damai di depan kantor Polda Sulteng, dengan membawa spanduk yang bertuliskan bahwa saya adalah Ustad Propokator, Ustad Gadungan dan Pemecah belah bangsa, hal itulah ang menjadi dasar kami melaporkan balik Mohammad Kaharu.

Sementara itu, Pihak Kejaksaan Negeri Palu yang di wakili Rasmudati, selaku jaksa pungsional di Kejari Palu mengatakan Perkara Ustad Sugi Nur itu dilimpahkan, karena telah memenuhi unsur syarat Pormil dan materil serta dengan alat bukti yang sangat cukup.

“Terkait hal itu, kami tidak dapat melakukan penilaian apakah akan di lanjutkan ke persidangan atau seperti apa,” katanya.

Dia menambahkan, permasalahan tersebut akan di sidang dan hal tersebut, adalah hak dari majelis hakim apakan akan di lanjutkan ke tahap persidangan atau tidak.

Selain itu, dirinya juga mengungkapkan, kami tidak menahan tersangka karena dirinya sedang menjalani proses yang sama di Jawa timur.

“Jika kami menahannya, hal itu akan menghambat proses perkaranya di Jawa timur,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum Ustad Sugi Nur, Candra Purnairawan,SH.MH mengatakan Ustad Gusnur dan pihak terkait yang berada di Surabaya, telah melakukan klarifikasi dan telah memaafkan Gusnur sebagai terlapor.

“Jika menggunakan hukum restoratif Jaustice, hal ini telah selesai, karena pihak yang merasa di rugikan yaitu Banser dan Ansor telah memaafkan,” katanya.

Dia menambahkan, Yang menjadi polemik bagi kami, mengapa setelah korban tepatnya Ansor dan Banser Surabaya telah memaafkan, mengapa di Kota Palu Ustad Gusnur kembali di laporkan.

Dirinya berharap, kepada kejaksaan agar tidak melanjutkan kasus ini ke tahap persidangan, namun jika tetap di lanjutkan, kami meminta agar Pelapor Mohammad Kaharu juga di proses hukum atas dugaan pelanggaran ITE dengan Undang Undang pasal 27 ayat 3 UU ITE junto pasal 310 dan 311 KUHP yang telah menyebarkan berita bohong dan pencemaran nama baik.
(sugi, Swatvnews.id/2019)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close