HUKUM

Kapolda Sulteng bersama Forum Pimpinan Daerah Bahas Kamtibmas pasca Pilpres dan Pileg 2019

Kapolda Sulteng mengharapkan adanya keikutsertaan peran ulama, Dewan Masjid, peran MUI dan FKUB, dapat saling membantu mencari solusi agar dapat menetralisir kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tertentu.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si saat menyampaikan situasi kamtibmas pasca Pileg dan Pilpres pada bulan April 2019 juga membahas tentang pencegahan faham radikalisme yang ada di Sulteng.Foto, swatvnews.id/2019

Palu, Swatvnews.id – Dalam rangka menyikapi situasi Kamtibmas pasca tahap pemungutan suara dan menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Drs Lukman Wahyu Hariyanto, M.Si menghadiri rapat koordinasi bersama seluruh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Provinsi Sulawesi Tengah dan dilanjutkan dengan Deklarasi bersama kesepakatan hasil Pemilu 2019, Jum’at (03/05/2019) siang di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng.
Dalam rakor yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sulteng, Bapak Drs H Longki Djanggola, M.Si itu dihadiri sejumlah pejabat dilingkungan Provinsi Sulteng diantaranya Sekda Provinsi Sulteng, Drs H Mohamad Hidayat Lamakarate, M. Si, Ketua DPR Provinsi Sulteng Prof (Em) Drs H Aminuddin Ponulele, MS, Kabinda Sulteng, Brigjen Pol Drs Aris Wahyu, Danrem 132/Tadulako Palu, Kolonel Inf Agus Sasmita, Kejaksaan Tinggi, Walikota Palu, Drs Hidayat M.Si, Kesbangpol Kabupaten dan Kota, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, perwakilan TKN Sulteng, bapak Arman, dan perwakilan BPN Sulteng, bapak Salim Baculu.
Rakor yang dihadiri para undangan sebanyak 70 orang yang dari berbagai elemen masyarakat tersebut membahas sejumlah agenda selain membahas situasi kamtibmas pasca Pileg dan Pilpres pada bulan April 2019 juga membahas tentang pencegahan faham radikalisme yang ada di Sulteng.
Dalam kata sambutan, Kapolda Sulteng mengatakan kegiatan rakor tersebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus membahas situasi Kamtibmas pasca tahap pemungutan suara dan menjelang bulan suci Ramadhan 1440 H.
Kapolda Sulteng juga menyampaikan pasca pesta demokrasi setelah Pilpres dan Pileg pada bulan April 2019 lalu masih terdapat adanya kelompok yang tidak puas dengan hasil pasca pencoblosan, sehingga diindikasi dapat mengganggu situasi politik diwilayah Sulteng.
“Kami TNI dan Polri sampai saat ini masih terus mengawal, menjaga dan mengamankan kotak suara di masing-masing KPU Kabupaten maupun Kota,” ucap Kapolda Sulteng.
Selain itu, Kapolda Sulteng juga menambahkan tentang paham radikalisme yang sudah berkembang, baik ditingkat Pemerintah Daerah, Kota Palu maupun di Provinsi.
Kapolda Sulteng mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar membangun senergitas antara TNI dan Polri dan Pemerintah Provinsi, pemerintah Kota Palu, Dewan Adat, Imam Masjid dan MUI, untuk bekerja sama dalam penanganan paham radikalisme yang berkembang diwilayah Sulteng.
Olehnya, Kapolda Sulteng mengharapkan adanya keikutsertaan peran ulama, Dewan Masjid, peran MUI dan FKUB, dapat saling membantu mencari solusi agar dapat menetralisir kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tertentu. (Ys-Swatvnews.id/2019)

Tags
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close