Sigi

Bupati Sigi, Kami Akan Menindaklanjuti Adanya Gelondongan Kayu Yang terbawa Banjir Bandang.

pemerintah Kabupaten Sigi, tidak mengetahui pasti adanya kegiatan ilegal loging atau penebangan pohon liar di pegunungan Sigi

gelondongan kayu di pemukiman warga desa Bangga Kec. Solo Selatan Kab. Sigi Pasca Banjir Bandang 28 April 2019, Foto-Swatvnews.id/2019

Sigi, Swatvnews.id – Banjir Bandang yang terjadi di Desa Bangga  kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, Minggu (28/04/19) tidak hanya menimbulkan kerusakan rumah warga, tetapi juga mengisahkan kayu kayu hutan yang hanyut dan membuat dilema masyarakat.

Gelondongan Kayu hutan tersebut, berserakan disekitar permukiman warga desa Bangga yang terdampak bencana itu.

Hal tersebut, di tanggapi oleh Bupati Kabupaten Sigi, Irwan Lapata yang mana dirinya menganggap, bahwa jika dilihat dari situasi di lokasi bencana yang terdampak banjir bandang, bisa di simpulkan, bahwa di pegunungan Sigi tersebut, terdapat penebangan liar. Katanya saat memberi keterangan Pers, Jumat (03/05/19).

“Saya menganggap bahwa hal tersebut, harus di tangani dengan sangat serius, karena sangat merusak lingkungan,” katanya.

Dia menambahkan, Kami pihak pemerintah Kabupaten Sigi, tidak mengetahui pasti adanya kegiatan ilegal loging atau penebangan pohon liar di pegunungan Sigi, karena hal tersebut, adalah tugas dari Pemerintah terkait, seperti Polisi Hutan dan Dinas Kehutanan Provinsi.

“Tapi kami dari Pemda Sigi tetap memiliki tanggung jawab untuk penanganan hal tersebut dan kami tidak mempersalahkan siapapun,” ucapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Kami akan melakukan kordinasi dengan pihak terkait, yang memiliki hak lebih dalam penanganan keamanan hutan itu, kami dari pihak pemerintah daerah tidak mempunyai kewenangan untuk menindak lanjuti hal tersebut.

“Secepatnya kami akan melakukan rapat dengan beberapa pihak yang di maksud untuk keamanan dan penanganan hutan,” ujarnya.

Hal seperti itu, harus di tangani secepatnya,jika tidak akan lebih menambah keresahan bagi warga dan dapat menimbulkan hal hal yang lebih parah dari pada banjir bandang.
(Sugi/swatvnews.id/2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close