KESHLING

Dua Bersaudara Penderita Obesitas Asal Kabupaten Sigi Menjalani Perawatan Intensif di RSD Madani Palu

Asupan makanan dan diet keduanya dikontrol ketat oleh perawat karena sudah masuk dalan kategori obesitas akut.

kakak beradik yang menderita Penyakit Obesitas yang saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Palu.

Palu, Swatvnews.id – Vita Windi Rahayu (14) dan Nurul Asifa (4),  kakak beradik yang menderita Penyakit Obesitas yang saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Palu.

Sangat di sayangkan, Kedua anak yang berasal dari Desa Ramba, Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah itu, di usia mereka yang masih di bawa umur harus mengalami Kelebihan Berat Badan.

Yang mana Kaka beradik itu, saat ini dalam perawatan intensif di Rumah sakit Madani dan di awasi langsung oleh Dokter Nirwansyah Parampasi yang juga adalah direktur RSD Madani.

Direktur Rumah Sakit Madani Kota Palu, Nirwansyah Parampasi mengatakan, mereka harus mengikuti perawatan itu, untuk mengurangi berat badan mereka yang melebihi berat badan orang dewasa, yang mana mereka ditangani ahli gizi dan dokter anak.

Vita Windi Rahayu yang berusia 14 tahun itu, mempunya berat badan 148 Kilogram, seharusnya memiliki berat badan ideal 39 kilogram, sementara adiknya Nurul Asifa 57 Kilogram yang seharusnya 17 Kilogram, olehnya itu Asupan makanan dan diet keduanya dikontrol ketat oleh perawat karena sudah masuk dalan kategori obesitas akut.

“Kedua Pasien Obesitas itu, telah menjalani perawatan di Rumah sakit ini dari tiga hari yang lalu,” ujar Nirwansyah.

Dia menambahkan, Setelah melewati perawatan dengan pola makan yang ketat dan disiplin, berat badan keduanya sudah menurun masing-masing 1 kilogram, jelas Direktur RSD Madani.

Untuk program penurunan berat badan kata Nirwansyah, pihaknya menargetkan bisa turun hingga 50 kilogram, dalam 2-3 bulan.

Saat ini pihaknya membutuhkan tenaga instruktur fitness atau gym, untuk mendukung program diet yang dijalani pasien obesitas.

“Kita butuh trainer fitnes, dan alat-alatnya,” terangnya.

Sebab, untuk pembiayaannya, saat ini pihak rumah sakit Madani masih berupaya untuk berkoordinasi dengan pihak BPJS Kesehatan.

Nirwansyah Parampasi juga mengungkapkan, Untuk biaya Insya Allah gratis, selain kami fasilitasi ke BPJS Kesehatan, orang tuanya yang menjaga mereka disini juga kami tanggung konsumsinya. tutupnya.
(Sugi/swatvnews.id//2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close