Palu

Kapolda Berikan Pembekalan Personil Pengaman BKO PAM TPS

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Drs. Lukman Wahyu Hariyanto.MSi bersama Karo Ops Polda Sulteng Kombes Pol Iman Wahyudi SIK,MSi.MH

Palu, Swatvnews.id – Untuk menindak lanjuti kebutuhan personil Polri yang akan melaksanakan pengamanan Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden / Wakil Presiden 2019.

Sebanyak 1.551 Personil Polda Sulawesi Tengah, Kamis (11/04/19) pagi bertempat dilapangan Apel Polda Sulawesi Tengah mengikuti pembekalan yang di pimpin langsung Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto.

Dalam kesempatan itu, Kapolda memberi motivasi kepada Pasukan BKO Polda Sulteng yang akan diperbantukan ke seluruh Wilayah Kabupaten / Kota di Sulawesi Tengah untuk membantu Polres jajaran dalam pengamanan TPS.

Hadir dalam pembekalan kepada pasukan BKO Polda Sulteng ke Polres jajaran adalah Wakapolda Sulteng Kombes Pol. Drs. Setyo Boedi Moempoeni Harso, SH, M.hum, Irwasda Polda Sulteng Kombes Pol. Drs. Arief Syarief Hidayat, M.si, Pejabat Utama Polda Sulteng, Para Pamen dan Pasukan BKO Pam TPS Polda Sulteng berjumlah 1.551 personil yang diambil dari seluruh Satker yang ada di Polda Sulteng.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol. Drs. Lukman Wahyu Hariyanto, M.si dalam arahan pembekalan, berpesan kepada Seluruh anggota BKO Pam TPS langsung berangkat menuju tempat penugasan yaitu seluruh wilayah Polres jajaran Polda Sulteng yang nanti akan dilepas pada tanggal 13 dan 14 April 2019, melapor kepada Kapolres setempat bahwa saudara-saudara sudah sampai diwilayah Polres yang kemudia akan disebar ke lokasi-lokasi TPS, untuk di kenali siapa KPPS, siapa petugas linmas, siapa petugas TNI yang ada, siapa Kepala Desa, Siapa Ketua RT/RW minta nomor kontak mereka agar memudahkan komunikasi apabila ada permasalahan dilapangan, pelajari tipologi wilayah penugasan dengan menggalang potensi masyarakat yang ada.

“Jaga sikap prilaku saudara sebagai anggota Polri. Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab dengan misi untuk mengamankan dan mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 sampai di TPS,” Kata Kapolda.

Dia menambahkan, Pada saat hari H pungut suara, petugas pam TPS harus datang lebih awal, cek kesiapan di TPS dan koordinasikan kembali untuk mengetahui kesiapan dan hambatan yang mungkin terjadi dg KPPS, lakukan koordinasi pengamanan dengan linmas, TNI dan komponen pendukung lain yang ada di TPS.

“Untuk dipahami bahwa apabila ada permasalahan di dalam lokasi TPS itu bukan menjadi domain petugas BKO Pam TPS tetapi apabila atas permintaan atau ijin dari ketua KPPS, baru petugas Pam TPS dapat memasuki lokasi Pungut Suara,” ujar Kapolda.

Tugas utama petugas Polri pam TPS adalah mengamankan lokasi yang ada diluar TPS yang memungkinkan terjadinya ancaman yang dapat mengganggu berlangsungnya pelaksanaan pemungutan suara di TPS. Selain itu Kapolda juga berpesan bahwa tugas pengamanan TPS ini adalah tugas dimasa Operasi khusus, sehingga apabila ada anggota yang tidak melaksanakan tugas atau meninggalkan tanggung jawab sebelum tugas selesai maka akan diberikan sangsi tegas dengan hukuman dua kali lipat sesuai ketentuan perundang undangan.

Dalam kesempatan terpisah Kabidhumas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, S.I.K mengatakan Pasukan BKO Pam TPS dari Polda Sulteng sengaja digeser H-3 dan H-4 sebelum Voting day agar anggota yang bertugas pengamanan TPS bisa segera beradaptasi dan mengenali lingkungan penugasannya, perlu diketahui bahwa jumlah perkuatan TNI Polri yang dilibatkan dalam pengamanan tahap Pemungutan suara ini adalah Pers Polres jajaran 3.124 Pers, BKO Polda Sulteng 1.551 Pers.

“Personil Polri sebanyak 4.675 Polri tersebut diatas akan dibantu TNI sebanyak 800 pers guna mengamankan Tempat Pemungutan Suara ( TPS ) sebanyak 9.191, dimana berdasarkan pemetaan dan identifikasi terhadap TPS telah dikelompokan menjadi 3 TPS,” katanya.
Diantaranya:

– TPS kategori Kurang Rawan, sebanyak 7.927 TPS diamankan dengan Pola 2 : 8 : 4 yang artinya 2 anggota Polri bersama 8 linmas mengamankan 4 TPS.

– TPS kategori Rawan, sebanyak 1.030 TPS diamankan dengan Pola 2 : 4 : 2 yang artinya 2 anggota Polri bersama 4 linmas mengamankan 2 TPS.

– TPS kategori Sangat Rawan, sebanyak 234 TPS diamankan dengan Pola 2 : 2 : 1 yg artinya 2 anggota Polri bersama 2 anggota linmas mengamankan 1 TPS.

Kabid Humas juga berharap, Semoga dengan tersebarnya personil Polri, TNI, Linmas dan Potensi masyarakat lain, pelaksanaan Pemilihan Umum anggota legislatif dan Pemilihan Presiden / Wakil Presiden 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah dapat berlangsung dengan aman, damai dan sejuk.

Dalam kesempatan yang sama Kabidhumas Polda Sulteng juga menghimbau kepada Masyarakat Sulteng untuk ramai-ramai datang ke TPS, Gunakan Hak pilihnya sesuai hati nurani, Jangan takut untuk datang ke TPS, ada intimidasi, ada pengancaman, ada yg melarang datang ke TPS segera Lapor kepada anggota POLRI dan TNI, karena POLRI dan TNI bertugas mengawal dan mengamankan pelaksanaan Pemilu 2019 sampai di TPS TPS.

Masyarakat diminta, untuk tidak melayani atau menerima pemberian uang atau barang untuk mempengaruhi pilihan yang biasa disebut “Money Politic” karena merupakan tindak pidana yang diancam pasal 523 UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu dengan pidana penjara 3-4 bulan dan denda Rp 36 Juta – Rp 48 Juta, oknum oknum yang mempunyai rencana “Serangan Fajar” tersebut sebaiknya diurungkan saja karena Kepolisian juga sudah membentuk Satuan tugas dalam rangka memelihara Kamtibmas dalam Operasi mandiri Kewilayahan yang beranggotakan 398 personil untuk mendukung pelaksanaan Operasi Mantap Brata Tinombala-2019 Polda Sulteng, Pungkas Kabidhumas Polda Sulteng,ys-swatvnews.id/2019

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close