HUKUM

Dua Dari Tiga Caleg Kota Palu Divonis Bersalah.

Bawaslu Kota Palu

Ketua Bawaslu Kota Palu Ivhan Yudharta

Palu, Swatvnews.id – Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kota Palu, mencatat ada tiga calon anggota legislatif di Kota Palu yang melanggar peraturan Pemilu 2019.

Yang mana dua dari tiga caleg tersebut, telah di tetapkan sebagai tersangka, yang telah melakukan pelanggaran seperti, dugaan tindak pidana pemilu berupa penyebaran bahan kampanye di tempat ibadah dan ditempat pendidikan yang juga ikut serta dalam penyebaran bahan kampanye.

Ketua Bawaslu Kota Palu, Ivhan Yudharta mengatakan, kasus pidana yang di lakukan para Calek tersebut, berdasarkan hasil pembahasan Gakkumdu, Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan yang mana jika tidak terpenuhi unsur-unsurnya dalam hal membahas dugaan tindak pidana maka tidak akan di kenakan sangsi.

“kalau kemudian berdasar hasil pengkajian itu tidak ditemukan pelanggaran, makan tidak bisa dilanjut,”

Dia menambahkan, sedangkan tiga Caleg yang melakukan pelanggaran peraturan pemilu tersebut, hanya dua saja yang terbukti, satu diantaranya tidak.

Jika tindak pidana yang berbeda dalam hal pelanggaran administrasi atau kode etik, itulah yang akan di proses oleh Bawaslu.

“ketika menyatakan itu merupakan pelanggaran administrasi prosedur maka akan dilakukan sidang atas dugaan pelanggaran tersebut,” ucapnya

Dia juga berharapa, jika masyarakat melihat atau mengetahui pelanggaran yang di lakukan oleh para caleg dalam masa kampanya, maka jangan segan segan untuk di laporkan.

Dua diantara tiga caleg yang terbukti tersebut, yaitu Frederik Mairi dan Chalarce Totanan yang mana pelanggaran yang di lakukan tersebut tertuang dalam Pasal 521 dan Psl 280 (1) Jo Psl 493 , Undang – undang RI Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu, Pasal 494 , Jo Psl 280 (3) Jo Psl 280 (2) huruf f Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu.

Selain itu, Terpenuhinya Unsur Pidana sebagaimana Pasal 521 dan Pasal 280 (1) Jo Psl 493 dan Pasal 494 , Jo Psl 280 (3) Jo Psl 280 (2) huruf f Undang – undang RI Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilu

Yang mana, Frederik Mairi di Vonis 4 Bulan dan denda 5 Juta atau 8 Bln Percobaan, sementara Chalarce Totanan di Vonis 3 Bulan denda 1 Juta atau 6 Bulan percobaan.
(Sugi/swatvnews.id//2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close