EKOBIS

Palu menempati peringkat ke-8 deflasi tertinggi

Inflasi Kota Palu

Kepala Bidang Statistik Distribusi,G.A Nasser saat memaparkan laju Inflasi Kota Palu, Ruang Press room BPS Sulteng, Senin 1/4/2019

PALU – Swatvnews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah telah merilis beberapa indikator strategis terkini, terkait Perkembangan Ekspor dan Impor Sulawesi Tengah, Februari 2019 Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Palu, Maret 2019

Perkembangan Nilai Tukar Petani Sulawesi Tengah, Maret 2019 Perkembangan Tingkat Penggunaan Sarana Akomodasi dan Transportasi Sulawesi Tengah, Februari 2019.Hal tersebut disampaikan kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Faizal Anwar, MT dalam siaran persnya di BPS Provinsi Sulawesi Tengah, pada Senin (1/4/2019).

Berikut ini disampaikan ringkasan data-data tersebut:
Perkembangan Ekspor dan Impor Sulawesi Tengah, Februari 2019

  1. Selama Februari 2019, total ekspor senilai US$ 437,46 juta, turun US$ 34,13 juta atau 7,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
  2. Kontribusi terbesar terhadap ekspor berasal dari besi dan baja senilai US$ 293,78 juta atau 67,16 persen dari total nilai ekspor.
  3. Tiongkok merupakan negara tujuan utama ekspor senilai 154,66 juta atau 35,35 persen dari total nilai ekspor.
  4. Pelabuhan Kolonodale berperan senilai US$ 297,31 juta atau 67,96 persen dari total nilai ekspor.
  5. Selama Januari-Februari 2019, total nilai ekspor tercatat US$ 909,05 juta, melalui Sulawesi Tengah sebesar US$ 889,39 juta dan provinsi lain sebesar US$ 19,66 juta.
  6. Total nilai impor tercatat US$ 365,62 juta selama Februari 2019 dan US$ 577,35 juta selama Januari-Februari 2019.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Palu, Maret 2019

  1. Dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 51 kota mengalami inflasi dan 31 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 0,86 persen dan terendah di Kota Bekasi dan Tangerang sebesar 0,01 persen. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 3,03 persen dan terendah di Kota Palembang sebesar 0,01 persen. Kota Palu menempati peringkat ke-8 deflasi tertinggi nasional dan ke-4 di kawasan Sulampua.
  2. Penurunan indeks harga terjadi pada kelompok bahan makanan dan kelompok kesehatan masing-masing sebesar 4,59 persen dan 0,25 persen. Pada saat yang sama kenaikan indeks harga terjadi pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan (2,48 persen), sandang (0,41 persen), perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar (0,07 persen), serta makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau (0,01 persen). Sedangkan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga selama Maret 2019 relatif stabil.
  3. Laju inflasi tahun kalender bulan Maret 2019 sebesar -0,53 persen, dan inflasi year on year (Maret 2019 terhadap Maret 2018) tercatat sebesar 5,59 persen.

Perkembangan Nilai Tukar Petani Sulawesi Tengah, Maret 2019*

  1. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Sulawesi Tengah selama Maret 2019 sebesar 94,18 persen, naik 0,49 persen dibandingkan NTP bulan lalu. Hal ini disebabkan kenaikan NTP pada seluruh subsektor kecuali subsektor perikanan yang turun 1,61 persen.
  2. Indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) turun sebesar 0,21 persen.
  3. NTP tertinggi terjadi pada subsektor peternakan sebesar 106,28 persen, sedangkan NTP terendah terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 82,64 persen.
  4. Nilai Tukar Usaha Rumahtangga Pertanian (NTUP) sebesar 104,27 persen atau mengalami penurunan sebesar 0,19 persen dibandingkan Februari.
  5. Di tingkat nasional, NTP bulan Maret 2019 mengalami penurunan sebesar 0,21 persen, demikian juga NTUP mengalami penurunan sebesar 0,04 persen.
  6. Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Usaha Petani di tingkat nasional pada bulan Maret 2019 masing-masing sebesar 102,73 dan 111,14.

Perkembangan Tingkat Penggunaan Sarana Akomodasi dan Transportasi Sulawesi Tengah, Februari 2019*

  1. Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang tercatat 7.040 orang terdiri dari 6.945 orang tamu domestik dan 95 orang tamu asing.
  2. TPK hotel bintang sebesar 33,17 persen, mengalami penurunan dibandingkan Januari 2019 sebesar 2,28 persen poin.
  3. Tingkat Penghunian Tempat Tidur (TPTT) hotel bintang sebesar 35,10 persen, naik 2,37 persen poin dibandingkan Januari 2019 yang sebesar 32,73 persen.
  4. Rata-rata Lama Tamu Menginap (RLTM) hotel bintang sebesar 1,63 hari atau mengalami penurunan sebesar 0,06 persen poin dibandingkan Januari 2019. (Swatvnews.id-2019)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close