HUKUM

8 TKI Ilegal Asal Poso gagal berangkat 1 TSK Diamankan

Tersangka dititipkan DiRutan Kelas 1 Poso

Penyidik Dit Reskrimsus Polda Sulteng menyerahkan Berkas, Barang Bukti dan Tersangka di Kejaksaan Negeri Poso

Palu, Swatvnews.id – Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tengah, melimpahkan berkas perkara Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kabupaten Poso, kepada Kejaksaan Negeri Poso.

Sebelumnya, Pada 13 Januari 2019 sekitar lalu, Petugas Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng mengamankan Sembilan orang yang diduga akan berangkat ke luar Negeri menjadi calon TKI.

Penangkapan tersebut, Berdasarkan laporan Polisi nomor :LP-A/24/I/2019/Sulteng/SPKT tanggal 14 Januari 2019.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, AKBP. Didik Supranoto mengatakan, Informasi tersebut Berawal dari pemberitahuan seorang masyarakat bahwa pada hari Minggu tanggal 13 januari 2019 sekitar pukul 09.30 Wita di Bandara Mutiara SIS Aljufri terdapat Sembilan orang yang diduga akan berangkat ke luar negeri menjadi calon TKI.

“Sembilan orang tersangka TKI ilegal itu ditangkap, karena tak dilengkapi dokumen yang menjadi persyaratan pekerja Migran di Indonesia atau menempatkan pekerja Migran di Indonesia tanpa SIP2 MI (Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia),” katanya.

Dia menambahkan, setelah mendengar informasi itu, kemudian petugas Ditreskrimsus Polda Sulteng langsung bergerak cepat untuk mengamankan Sembilan orang calon TKI tersebut dari Bandara Mutiara SIS Aljufri ke Polda Sulteng untuk dilakukan pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 68 Jo pasal 83 dan atau pasal 72 huruf c Jo pasal 86 huruf c UU RI no.18 tahun  2017 tentang perlindungan pekerja Migran Indonesia.

Sementara itu, Dari hasil penyelidikan terhadap Sembilan orang calon pekerja Migran Indonesia yang berasal dari Kabupaten Poso itu, ternyata mereka tidak memiliki dokumen yang dipersyaratkan oleh dengan Negara tujuan Singapura melalui jalur kota Batam Kepualauan Riau.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan Penyidikan dari kesembilan orang tersebut petugas menetapkan 1 (satu) orang tersangka atas nama Risna Pea (33), yang juga merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang beralamat di Desa Lembo Mawo Kecamatan Poso Kota Selatan, Kabupaten Posos

“Tersangka Risna Pea, menjanjikan pekerjaan kepada delapan orang saksi sebagai pembantu rumah tangga di Negara Singapura dengan iming-iming gaji sebesar Rp.5.800.00,- (Lima Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah) perbulan,” Ucap Kabid Humas Polda Sulteng.

Lebih lanjut Kabid Humas mengatakan, sedangkan biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh tersangka dan sebagai gantinya akan dipotong selama enam bulan dari gaji masing-masing calon TKI.

Kedelapan calon TKI tersebut diantaranya, Sarce Supai (50) warga Desa Bomba Kecamatan Lore Selatan Kabupaten Poso,
Ester Anglita Managanta (25) warga Desa Ratoombo Kecamatan lage Poso, Satria Iwi (37) warga Desa Taende Kecamatan Mori atas, Kabupaten Morowali Utara, Eva Yulfianti Pasete (43) warga Desa Ranononcu Kecamatan Poso Kota,
Aningsih Tagambe alias Icin (29) Warga Desa Ranononcu Kecamatan Kota Poso,
Arince Taugu (40) warga Desa Ranononcu Kecamatan Kota Poso,
Derlin Tantjoe (27) warga Desa Uelene Kecamatan Pamona Selatan Kabupaten Poso dan
Selvia Insial (24) warga Desa Tamagonu Kecamatan Lage Kabupaten Poso.

Setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan para saksi yang diamankan di Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu, diketahui mereka tidak memiliki Dokumen yang sah seperti, Tidak memiliki rekomendasi dari dinas tenaga kerja dan transmigrasi Kabupaten Poso dan Provinsi Sulteng, Tidak terdaftar di LP3 TKI Palu,Tidak memiliki Paspor TKI/PMI yang dikeluarkan kantor Imigrasi kelas I Palu,Tidak memiliki perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman tenaga kerja.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti, Boarding Pass penerbangan Lion Air, Akte Kelahiran, Paspor, Ijazah dan
KTP.

Dari seluruh hasil pemeriksaan, perkembangan penanganan perkara baik tersangka dan barang buktinya telah diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Poso pada tanggal 12 maret 2019 untuk proses selanjutnya.
(Sugi/swatvnews.id//2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close