EKOBIS

Pertama kali , di Expor ke Russia dan Brazil.

Kelapa Sulteng Go Internasional

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Sulteng Drs. Arief Latjuba menyerahkan secara simbolis Kelapa untuk di Expor, selasa KEK Palu Utara, 26/03/2019, Foto,Gabdika-Swatvnews.id/2019

Palu, Swatvnews.id – untuk pertama kalinya, kementrian pertanian, lewat Badan Karantina Pertanian Kelas II Palu, bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor perdana kelapa olahan berupa briket dan tepung. pelepasan ekspor komoditi sulteng ini diselenggarakan di pelabuhan pantoloan palu, pada Senin 25/03/2019.

Sebanyak 45,83 ton kelapa yang telah diolah menjadi briket dan tepung ini, akan diekspor oleh BKP kelas II Palu ke negara brazil dan Australia.dengan nilai Rp.1.03 M. dari rencana awal, olahan kelapa ini akan diekspor lewat kota Surabaya. Namun, setelah mendapat informasi layanan karantina di Palu dan pertimbangan efisiensi biaya, ekspor dilakukan langsung Lewat kota palu.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Karantina Hewan Hidup, Badan Karantina Pertanian (BARANTAN) Kementerian Pertanian RI, Tri Wahyuni yang juga sekaligus melepas secara langsung ekspor perdana ini bersama kepala dinasPerindustrian dan Perdagangan Prov. Sulawesi Tengah, Moch. Arif Latjuba.

Menurutnya, BARANTAN sendiri mendorong agar para eksportir Kelapa, tidak mengekspor kelapa dalam bentuk utuh. Hal ini karena olahan kelapa lebih memberikan banyak keuntungan dan nilai tambah.

””Pinginnya sih langsung dari Ampana, tapi saat ini kapalnya belum ada, kami pikir ini masih tetap lebih efektif. Program ini gratis, ini merupakan upaya bersama dalam mengakselerasi ekspor produk pertanian di daerah,” kata Tri di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (25/3).

Menurut data BPS sulteng, nilai Ekspor sulteng tiap tahun terus meningkat. pada tahun 2018 kemarin Provinsi Sulawesi tengah, mengekspor komoditasnya senilai Rp 265,16 Triliun.komoditas tersebut berupa kayu ebony, getah pinus, jagung, kakao, kayu olahan, kelapa bulat dan sarang burung Walet.

””Kami siap bekerjasama dan bersinergi dengan pemerintah daerah, petani dan para pelaku bisnis dibidang pertanian,” ungkap, Ida Bagus Hary Soma Wijaya, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Palu

Selain olahan kelapa, BKP kelas II Palu juga melepas ekspor getah pinus sebanyak 302,4 ton dan 26,8 Meter kayu hitam, tujuan Tiongkok dan India.
(Gabdika/swatvnews.id//2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close