Palu

Pemkot Palu Keluarkan Dana 65 Miliyar Lebih Dalam Masa Transisi Bencana.

Walikota Palu Drs. Hidayat M.Si

Palu, Swatvnews.id – Pemerintah Kota Palu, Selama masa transisi darurat Bencana yang melanda Palu, Sigi,Donggala dan Parigi Moutong (PaDaGiMo), telah mengucurkan dana sebesar Rp 65.179.170.228.

Anggaran sebanyak itu, diperoleh dari dana tidak terduga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, sebesar Rp 1.609.270.428 dan pergeseran anggaran dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 sebesar Rp 63.569.899.800.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palu Hidayat, saat pembacaan Laporan Keterangan Pertenggung Jawaban (LKPJ) Kota Palu, dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu di ruang rapat DPRD Kota Palu, Senin (18/3/19) beberapa hari lalu.

“Pergeseran anggaran ini, digunakan untuk penanganan masa transisi darurat Pasca Bisa PaDaGiMo,” Jelasnya.

Dia menambahkan, Pembagian tersebut, terbagi atas beberapa unsur, diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Disdikbud) Kota Palu sebesar Rp 610 juta untuk pengadaan meja belajar lipat, pakaian seragam sekolah siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang terdampak tsunami dan Likuifaksi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, sebesar Rp 1,056 miliar untuk kegiatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan.

Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palu, Sebesar Rp 37,326 miliar untuk jasa petugas dapur umum, cetak kartu pengungsi, bantuan bencana kepada masyarakat dan bantuan masa transisi ke pemulihan.

Sementara 709,9 Juta untuk BPBD Kota Palu, yang di gunakan untuk honorarium posko masa transisi ke pemulihan dan belanja bahan bakar minyak.

“Selain penanganan pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, Pemerintah Kota Palu juga melakukan penanganan terhadap korban bencana alam lain yang terjadi di Kota Palu tahun 2018 Sebagaimana Diuraikan Pada Bab VI Buku LKPj tahun 2018,” kata Hidayat.

Lebih lanjut Hidayat mengatakan, selain itu diberikan kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palu, sebesar Rp 18,3 miliar untuk rehabilitasi jalan dampak bencana alam kelurahan petobo, wilayah barat dan wilayah timur kota palu, pembangunan sumur bor, pembangunan sarana prasarana air bersih, normalisasi/perkuatan tebing sungai.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu sebesar Rp 275 juta untuk pengadaan bangunan rambu tidak bersuara dan pengadaan rambu-rambu lalu lintas terdampak bencana.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, sebesar Rp 75 juta untuk pembangunan tembok penahan longsor pekuburan massal korban bencana alam di Tempat Penguburan Umum (TPU) Poboya.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Palu sebesar Rp5,217 miliar untuk pembangunan Mandi Cuci dan Kakus (MCK) dan flooring pada shelter pengungsian, pemasangan jaringan listrik pada shelter pengungsian, pemeliharaan lampu dan pju, penyediaan kayu untuk rumah.
(Sugi/swatvnews.id//2019).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close