HUKUM
Trending

Penyidik Periksa 45 Saksi dan 8 Ahli, Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Bangunan Kantor DPRD Morut

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto,SIK, Wadir Reskrimsus Polda Sulteng AKBP Setiadi,saat pelaksanaan Press Release Di Ruang Loby Polda Sulteng( Foto-swatvnews.id/2019)

Palu, Swatvnews.id – Dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan lahan dan perencanaan dan pembangunan gedung DPRD Morowali Utara oleh Bupati Morowali Utara dan Ketua DPRD mulai mendapat titik terang.

Dugaan kasus korupsi tersebut, saat ini masih dalam pengembangan tim Penyidik Polda Sulteng, yang mana telah memeriksa 45 orang saksi, 8 orang ahli serta telah dilakukan gelar perkara, hal itu di sampaikan Wakil Direktur Kriminal Khusus Polda Sulteng dalam Press Release, Senin (19/3/19) pagi.

Wadir Krimsus Polda Sulteng, AKBP. Setiadi Sulaksono mengatakan Dari hasil gelar perkara yang yang telah dilakukan, penyidik telah menetapkan beberapa tersangka.

“Kami belum bisa memberikan data data tersangka, penyidik akan melakukan penyidikan tahap dua terlebih dahulu, setelah itu akan merilis seluruh nama-nama yang di tetapkan sebagai tersangka,”katanya.

Selain itu dia menambahkan, ketua DPRD yang melakukan tindak korupsi pengadaan, perencanaan lahan dan bangunan, sudah di tetapkan sebagai tersangka.

“Untuk Bupati Morowali Utara, masih dalam penyidikan dan pemeriksaan para saksi,” ucap Wadir Krimsus.

Hal tersebut merugikan Negara, kurang lebih sebesar Rp. 8 Miliyar yang terbagi dalam beberapa item, yang mana hasil tersebut, merupakan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Daerah Sulteng dan Pusat.

Sementara itu, yang memperlambat dalam melakukan penyidikan dan pemeriksaan tersangka dan para saksi yaitu, proses penilaian harga tanah oleh apraissal dan penghitungan kerugian oleh BPK Republik Indonesia yang membutuhkan waktu yang cukup lama, dimana permintaan dilakukan pada bulan April dan Mei 2018, sementara seluruh hasil tersebut diterima oleh penyidik setelah 5 bulan kemudian, yaitu pada bulan Oktober 2018.

Hal tersebut, yang menghambat penyidik dalam melakukan pemeriksaan,” tutup Setiadi.

(Sugi/Swatvnews.id//2019)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close