PaluSULTENG

Kepala Kantor Kas BPD PT. Bank Sulteng Bahomotefe Morowali ditetapkan Sebagai Tersangka

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto.SIK, Wadir Krimsus AKBP Setiadi dan Sabubdit II Eksus Dit Reskrimsus pada saat press release di Mapolda Sulteng(foto-sugi-swatvnews.id/2019)

Palu, Swatvnews.id – Subdit Ekonomi Khusus Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Polda Sulteng, tetapkan tersangka Perkara Tindak Pidana Perbankan dengan cara pegawai Bank menerbitkan Bilyet Deposite fiktif yg terjadi di PT. Bank Sulteng Kantor Kas BPD Bahomotefe Kab. Morowali.

Tindak pidana yang terjadi dari Bulan februari 2017 sampai dengam Maret 2018, akhirnya menemui titik terang, subdit Ekonomi Khusus Ditreskrimsus Polda Sulteng, menetapkan sdr. COL selaku Kepala Kantor Kas PT.Bang Sulteng cabang Morowali sebagai tersangka.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng, Didik Supranoto S.I.K yang di dampingi Wadir Krisis AKBP. Setiadi Sulaksono dan Kompol. Ahmad Darmanto Kasubdit ll, mengatakan penyidikan tahap satu telah kami lakukan dan akan kami lanjutkan dengan penyidikan tahap dua.

“Dalam penyidikan ini tersangka melakukan aksi dengan sendirinya dan sementara tersangka telah di tahan oleh pihak kepolisian, kasus ini juga merupakan kasus pertama dalam permasalahan perbankan” kata Kabid Humas.

Dia menambahkan, Untuk saat ini tersangka telah di non tugaskan dari tugasnya sebagai Kepala Kantor Kas BPD PT. Bank Sulteng Morowali.

Sebelumnya, pada Bulan April 2017 tersangka datang ke rumah korban di Jalan Deasa Keurea Kecamatan Bahudopi, Kabupaten Morowali Sulawesi tengah, menawarkan pembuatan deposito di Bank BPD Sulteng Bahomotefe, dimana dijelaskan setiap penyimpanan deposito Rp 1 Milyar mendptkan hadiah umroh untuk 2 orang.

Sementara itu, para korban yang tertarik dengan tawaran itu, bersedia untuk menabung deposito di BPD Bahomotefe dengan mengangsur sebanyak 3 kali hingga 1 juta 43 ribu.

Para korban semakin yakin, karena pada 22 februaei 2017 tersangka memberikan bukti bilyet deposito kepada para korban yang ditanda tangani sendiri oleh tersangka, yang saat itu juga menjanjikan korban untuk diberangkatkan umroh pada akhir bulan februari 2018 atau awal Maret 2018.

Kemudian Pada 24 februari 2018 korban ke BPD untuk melakukan pengecekan dan bertemu dengan customer service untuk melakukan pengecekan, setelah dicek diketahui bilyet deposito para korban ternyata tidak terdata dalam sistem.

Menurut hal itulah para korban melaporkan tersangka ke pihak berwajib.

Dari hasil laporan itulah,Penyidik langsung memeriksa 12 org saksi, memeriksa tersangka COL dan
melakukanPenyitaan Barang bukti, serta dan kemudian pada 11 Maret 2019 Berkas Perkara telah diserahkan kepada Penuntut Kejati Sulteng ( Tahap I ).

Hasil pemeriksaan tersebut, akhirnya COL, di tetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut, membuat tersangka dituntut sebagaimana Pasal 49 ayat (1) dan (2) huruf b UU No.10 Tahun 1998 tentang perbankan, dgn ancaman min 3 tahun dan max 15 tahun serta denda max Rp 100 Milyar. (Sugi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close