SULTENG

Sejarah Singkat Pemadam Kebakaran Yang Menjadi Inspirasi Personil Damkar

Walikota Palu Drs. Hidayat,Msi menyerahkan sertifikat perhargaan terhadap personil Damkar Palu yang ikut dalam penaganan banjir di Sul-Sel ( Foto-Sugi swatvnews.id/2019)

Palu, Swatvnews.id – Tanggal 1 Maret merupakan hari bersejarah bagi petugas pemadam kebakaran, sebab dihari ini kita semua kembali mengenang kisah perjuangan dan pengorbanan petugas pemadam kebakaran yang melakukan penyelamatan terhadap bahaya dan musibah kebakaran.

Adanya dasar penetapan tanggal 1 Maret 1919 sebagai Hari Lahir Pemadam Kebakaran di Indonesia, sebagai apresiasi Pemerintah atas bukti dan penghargaan yang diberikan masyarakat Betawi kepada de Brandweer Jakarta, dalam bentuk Prasasti.

Prasasti tersebut sebagai wujud dari rasa terima kasih masyarakat Jakarta atas Dharma Bhakti para petugas pemadam kebakaran setelah melaksanakan tugas menangani kebakaran hebat yang terjadi di kampung Kramat-Kwitang, Batavia.

Dua peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah awal berdirinya Pemadam Kebakaran Indonesia de Brandweer adalah di Jakarta dan Surabaya.

Berdirinya de Brandweer sebagai organisasi bentukan pemerintah Hindia Belanda, dilaksanakan pada rentang waktu yang berbeda-beda.

Dalam catatan sejarah Pemadam Kebakaran di Indonesia, bahwa Berdirinya de Brandweer te  Surabaya dilaksanakan pasca Perancis berkuasa atas Belanda pada tahun 1795.

Sedangkan  de Brandweer te Jakarta terbentuk saat Belanda memperoleh kedaulatan kembali melalui konggres Vienna tahun 1815, setelah Perancis kalah telak dengan Inggris pada tahun 1814.

Berawal dari dua peristiwa tersebut, akhirnya Belanda gencar kembali untuk menguasai Indonesia sebagai tempat dalam mengeksplorasi dan mengekploitasi seluruh sumber daya alam yang melimpah di Bumi Nusantara.

Untuk menjalankan agresinya, Belanda membentuk pemerintahan yang disebut Pemerintah Hindia Belanda dengan tugas memerintah, mengatur, menyediakan fasilitas serta memberikan pelayanan terhadap masyarakat, walaupun dalam kondisi serba memaksa.

Semua tugas –tugas tersebut termasuk  di dalamnya adalah de Brandweer, dijalankan di setiap Ibu Kota yang berada di daerah hilir sungai dan pesisir seperti Surabaya, Semarang dan Jakarta.

Di kota Batavia, urusan mengenai pemadam kebakaran mulai diorganisir pada  tahun 1873.

Urusan pemadam kebakaran ini, secara hukum tertuang dalam peraturan yang dikeluarkan pada tanggal 25 April  oleh Resident op Batavia dengan nama Reglement op de Brandweer in de afdeeling stad Vorsteden van Batavia.

Urusan mengenai pendirian pemadam kebakaran di Batavia baru mulai dilakukan pada masa diberlakukannya Undang-Undang Gula dan Undang-Undang Agraria pada tahun 1870 yang merupakan titik awal berkembangnya dengan pesat kota-kota besar di Pulau Jawa.

Semakin pesatnya perkembangan di kota-kota tesebut, semakin bekerja ekstra pula Pemerintah pusat untuk mengontrol kota-kota yang menjadi wilayah kekuasaannya karena berada dalam satu pemerintahan terpusat di Batavia. 

Pasca kemerdekaan Negara Republik Indonesia, Pemerintah Indonesia melalui Residen (sekarang; setingkat Gubernur DKI Jakarta) mengeluarkan peraturan (reglement) pada tahun 1915 dengan nama Reglement op de Brandweer in de Afdeeling stad Vorsteden van Batavia yang sekarang telah berubah menjadi Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia menetapkan setiap tanggal 1 maret merupakan Hari Ulang Tahun Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan secara Nasional, untuk mengenang perjuangan dan dedikasi para petugas pemadam kebakaran yang telah melakukan tugasnya.

Dalam berbagai literasi dan peraturan, bahwa Pemadam Kebakaran atau disebut Brandwir atau PMK adalah orang atau pasukan yang bertugas memadamkan kebakaran, melakukan penyelamatan, dan menanggulangi bencana atau kejadian lainnya.

Berdasarkan perkembangan dan tuntutan pelayanan kepada masyarakat, maka Tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran yang kemudian dikenal dengan Panca Dharma yaitu satu, pencegahan dan pengendalian kebakaran; dua, pemadaman kebakaran; tiga, penyelamatan; empat, pemberdayaan masyarakat; lima, penanganan kebakaran bahan berbahaya dan bera

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close