SULTENG

Personel Polri dan TNI siap untuk mengamankan Kota Palu dan sekitarnya jika terjadi konflik sosial dalam pemilu

Suasana simulasi Operasi Mantap Praja 2019 dilapangan Vatulemo Palu (foto-Sugi- swatvnews.id/2019

Palu, Swatvnews.id – Tim gabungan Kepolisian Daerah Polda Sulawesi Tengah, bersama TNI menggelar Simulasi Oprasi Mantap Praja,  Senin (18/3/19) Pagi, dalam rangka untuk mempersiapkan pengamanan Kampanye Pemilihan Presiden Republik Indonesia.

Simulasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Sulteng, AKBP Dedi Suryadi itu, menceritakan proses perjalanan kampanye terbuka oleh Capres yang tampil dengan baju warna merah.

Simulaisi tersebut, diawali dengan orasi politik oleh capres dihadapan para simpatisan, yang mana kampanye tersebut berjalan lancar.

Namun tiba-tiba, ada penyusup yang kemudian membuat kampanye terbuka chaos sehingga simpatisan berhamburan.

Penyusup yang membuat ricuh kampanye langsung diamankan.

Dengan sigap, Capres berbaju merah itupun langsung diamankan dengan pengawalan ketat dari tim gabungan Polri-TNI.

Rombongan pengamanan langsung membawa Capres menuju sebuah rumah/gedung yang dianggap aman dengan iring-iringan dikawal pasukan lengkap.

Saat tiba di tempat yang dianggap aman, tiba-tiba lima orang teroris menyerbu dan melumpuhkan para pengawal kemudian Capres ditawan dan disandera.

“Tiarap-tiarap,” teriak salah seorang teroris sambil menodongkan senjata laras panjang.

Mendapat laporan itu, tim gabungan Sispam Kota langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Hanya hitungan menit, pasukan lengkap tiba di TKP. Mereka mengepung TKP yang di dalamnya ada Capres yang disandera teroris.

Masing-masing mengambil posisi. Ada yang mengamankan di luar lokasi, ada yang bersiap menyerbu dan merengsek masuk.

Sebelum masuk menyerbu, granat dilemparkan untuk membuka jalan masuk.

Pasukan dengan senjata lengkap langsung masuk menyusuri lorong-lorong gedung.

Dengan sigap, para teroris dipukul mundur dan meninggalkan sandera.

Sandera langsung dibawa keluar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Teroris masih di dalam gedung, pasukan penyerbu kedua bersiap masuk.

Hanya berselang beberapa menit, lima orang teroris dilumpuhkan dan selanjutnya diamankan oleh kepolisian.

“Personel Polri dan TNI siap untuk mengamankan Kota Palu dan sekitarnya jika terjadi konflik sosial dalam pemilu,” ujar Wakasat Brimob AKBP. Dedi Suryadi. (Sugi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close