SULTENG

Pasca Bencana PaSiGala, Walhi Sulteng Bangun 67 Unit Huntap didesa Rano dan Rogo

Breafing Kebencanaan Walhi Sulteng bersama media yang ada dikota Palu(Foto: Sugi -swatvnews.id/2019)

Palu, Swatvnews.id – Gempa bumi disertai tsunami dan likuifaksi pada 28 September 2018 silam, telah meluluhlantahkan empat daerah sekaligus diantaranya, Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi.

Kekuatan gempa yang mencapai 7,4 Skala Ricther itu, telah menimbulkan kerusakan parah dimana-mana.

Tercatat  68.451 rumah dan bangunan yang mengalami rusak parah, 2.045 orang dinyatakan meninggal yang mana sebagia korban yang higga saat ini belum ditemukan.

Berangkat dari situasi ini, Walhi Sulawesi Tengah yang juga secara organisasi fokus pada
isu-isu lingkungan turut mengambil bagian dalam melakukan kerja-kerja pada tahap Emergency Respond dan Recovery serta Rekonstruksi pasca bencana.

Dalam merespon tahap Recovery dan Rekonstruksi, Walhi Sulteng masuk mengitervensi beberapa Desa terdampak, salah satu Desa Rano yang terletak di Kabupaten Donggala dan Desa Rogo Kabupaten Sigi.

Juru Kampanye Walhi Sulteng Stevandi, mengatakan kami mengambil bagian yang mana telah melakukan pembangunan Huntara atau yang kami sebut sebagai rumah tumbuh di Desa Rano Kabupaten Donggala.

“Rumah tumbuh yang akan dibangun di Desa Rano itu, berjumlah 67 unit dengan metode 2 tahap pembangunan. Yaitu pembangunan tahap pertama 25 unit dan tahap kedua 42 unit dengan ukurang masing-masing 4×7,” katanya.

Selain itu, dia juga menambahkan konsep pembangunan rumah tumbuh ini, memiliki prespektif mitigasi bencana dan mengakomodir kebutuhan kelompok rentan serta kaum disabilitas.

Disamping itu, kami juga membuka partisipasi Masyarakat Desa Rano untuk bersama-sama dalam pengambilan keputusan sejak awal pembangunan ini sehingga terbuka ruang-ruang demokratisasi ditingkat bawah.

“Saat ini pembangunan Rumah Tumbuh di Desa Rano sudah sampai tahap rekonstruksi,” ujarnya

Dia juga mengharapkan, dibulan Maret nanti pembangunan rumah tumbuh ini dapat terselesaikan sehingga masyarakat desa Rano dapat menempatinya secara menyeluruh.

Selain itu juga, kami akan mengorganisasikan perempuan desa Rano untuk membuat suatu produk lokal yang memanfaatkan potensi Desa untuk kembali memulihkan ekonomi mereka pasca bencana.

Saat ini sudah terdapat delapan komunitas perempuan yang sudah terbentuk di desa Rano dan sudah melakukan produksi minyak kelapa kampung dan arang batok, produksi tersebut telah laku dan semoga dapat meningkatkan kembali ekonomi masyarakat.

Sementara di Desa Rogo sendiri, Walhi Sulteng memfokuskan pekerjaan dalam rangka mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kerjasama program livelihood atau pemulihan  ekonomi  pasca bencana.

Dalam prosesnya di lapangan, program ini telah berjalan sampai pada tahap pendampingan  penanaman jagung yang dikerjakan oleh  kelompok tani kabelota singgani Desa rogo dusun III Kabupaten Sigi, yang mana Proses penanamannya akan dilakukan secara bertahap.

Lewat program ini, Kami berharap masyarakat desa rogo khususnya dusun III, dapat  terus mempertahankan budaya kolektif yang telah terbangun, agar kedepannya pemenuhan kebutuhan dasar ekonomi secara kolektif dapat memenuhi kesenjangan dan keterpurukan  ekonomi masyarakat Rogo  pasca bencana.

Dalam proses penanaman yang telah dilakukan, ada sekitar 50 anggota kelompok tani yang ikut terlibat dalam kegiatan ini yaitu 30 perempuan dan 20 orang laki laki.
Lewat program ini harapannya masyarakat desa rogo khususnya dusun III, dapat  terus mempertahankan budaya kolektif yang telah terbangun, agar kedepannya pemenuhan kebutuhan dasar ekonomi secara kolektif dapat memenuhi kesenjangan dan keterpurukan  ekonomi masyarakat Rogo  pasca bencana.(Sugi-swatvnews.id/2019)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close