PaluSULTENG

Didemo Mahasiswa, Dosen HH Bantah Lakukan Pungli

Palu, Swatbnews.id – Puluhan mahasiswa jurusan Geologi Fakultas Teknik Universitas Tadulako belum lama ini mengkritisi salah satu Dosen Program Study (Prodi) Geologi berinial HH diduga melakukan pungutan liar alias pungli.

Puluhan mahasiswa ini menduga dosen tersebut melalukan pungli berupa pengadaan AC, pembayaran modul praktikum serta denda yang di tetapkan.

Saat dikonfirmasi, HH membantah melakukan pungli kepada mahasiswa seperti apa yang dituduhkan kepada dirinya.

Saya tidak melakukan pungli,” katanya kepada media ini, minggu (17/3/19) Siang.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa menduga dosen tersebut melalukan pungli berupa pengadaan AC, pembayaran modul praktikum serta denda yang di tetapkan.

Para mahasiswa menyatakan terpaksa untuk membayar karena jika tidak mengikuti instruksi dosen yang bersangkutan maka akan dipersulit proses perkuliahannya.

“Mahasiswa yang melakukan praktikum di lab geologi membayar uang pengadaan air condicioner (AC) sebanyak 25.000 /orang. Pembayaran modul praktikum matakuliah : mikropaleontologi 110.000, geologilaut 40.000, sedimentologi 25.000, jika terlambat membayar maka akan dikenakan denda modul praktikum sebanyak 5.000 /hari. Kemudian mahasiswa akan dikenakan denda 50.000 /hari bagi yang lambat mengambil laporan di lab geologi”. Ungkap salah seorang mahasiswa teknim geologi Untad, Jumat (15/3/2019).

Sementara itu, menurut HH dugaan pungli yang dituduhkan bukan bagian dari pungli, melainkan hanya menyimpan uangnya lalu dikembalikan kepada mahasiswa yang bersangkutan dengan dalil agar mahasiswa lebih disiplin mengambil laporan.

Saya tidak gunakan sepeserpun. Bahkan uang mahasiswa akan kembalikan lagi, tidak saya ambil,” jelasnya.

Selain tidak digunaka pribadi, uang dari mahasiswa ini sebagian digunakan untuk membeli fasilitas Lab Geologi berupa Mikroskop yang nantinya digunakan untuk aktivitas praktik mahasiswa.

Harly mengaku, uang yang terkumpul saat ini senilai Rp980.000 dari 19 mahasiswa yang sudah mengambil laporannya.

Sementara Rp750.000 dari dana yang terkumpul digunakan untuk membeli mikroskop.

“Mikroskop Itu harganya sekitar Rp3 juta. Uang dari mahasiswa hanya sebagian kecil, sisanya pakai uang saya untuk membeli fasilitas Lab geologo,” akuinya.

Ketika ditanyai soal kewajiban pembelian fasilitas tersebut, Harly mengetahui pihak fakultas wajib memenuhi kebutuhan fasilitas yang diperuntukkan mahasiswa. Hanya saja, upaya pemenuhan fasilitas ini kurang direspon dengan baik dan sigap. Sementara saat itu fasilitas mikroskop mendesak untuk diadakan.

Saya sudah melaporkan bahwa mikroskop sudah ada. Pihak fakultas akan mengganti biaya yang sudah dikeluarkan, terutama uang mahasiswa yang sudah digunakan tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, untuk biaya yang dibebankan kepada mahasiswa seperti pengadaan air condicioner (AC) merupakan pengadaan tahun 2018 yang sudah melalui keputusan bersama seluruh mahasiswa Prodi Geologi. Bahkan kata Harly, sebagian biaya pengadaan AC berasal dari uang pribadinya.

“Itu tahun lalu, kendala dibawa bawa. Semua mahasiswa sudah sepakat waktu itu. Saya menduga ada yang tidak sepakat lalu mengompori mahasiswa lainnya,” jelasnya. (Sugi-swatvnews.id-2019)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close