EDUKASIPaluSULTENG

Fakultas Teknik Untad, Kuliah Umum Bangunan Tahan Gempa.

Palu, Swatvnews.id – Fakultas Teknik Universitas Tadulako Jurusan Teknik Sipil, menyelenggarakan kegiatan kuliah umum yang dilaksanakan di Ruang Theater Universitas Tadulako diikuti 400 peserta, Selasa (12/3/19) pagi.

Kuliah Umum yang dilaksanakan itu, kerja sama antara Jurusan Teknik Sipil Universitas Tadulako dan Yayasan Bumi Tangguh yang mengambil tema “belajar dari kerusakan Gempa Bumi Bangunan Nir Rekayasa di Indonesia” dengan Narasumber Ahli Gempa Indonesia Dr.Teddy Boen dengan Moderator Gidion Turuallo.

Kegiatan kuliah di buka langsung oleh wakil dekan Bidang Kepegawaian dan Keuangan Andi Arham, yang diikuti mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil dan Aristektur, serta dihadiri juga oleh dosen Teknik, dosen arsitektur dan NGO, perwakilan Shelter kebencanaan.

Dekan Fakultas Teknik Universitas Tadulako, berharap Mahasiswa sebagai objek dalam kuliah umum itu, lebih aktif dalam acara diskusi dengan mempersiapkan pertanyaan kepada Narasumber dan menyimak materi yang releven dengan kondisi Sulawesi Tengah yang pada september 2018 yang terkena musibah gempa bumi, Tsunami dan Likuifaksi.

” Karena Prof.Dr.Teddy Boen ini, merupakan orang pertama sebagai Mahasiswa pertama Tahun 1962 yang dikirim ke Jepang untuk Belajar tentang pembangunan gedung tahan gempa,” ujarnya

Dia menambahkan, Gedung pertama yang dihitung tahan gempa hasil karya beliau adalah sekretariat DPR/MPR.

Sementara itu, Dr.Teddy Boen menceritakan pengalamannya melakukan riset tentang gempa selama 50 tahun.

Dia juga menjelaskan, bahwa Mahasiswa harus mengetahui semua Keilmuan di Jurusan Teknik tersebut.

“Saya juga adalah salah seorang yang terlibat dalam pembuatan peta gempa pertama di Indonesia,” Kata Dr. Teddy Boen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dirinya tidak setuju dengan cara-cara relokasi penanganan gempa yang di lakukan pemerintah, terhadap pembangunan Huntap korban bencana petobo dan balaroa.

“Kondisi di Indonesia ini, banyak bangunan tidak tahan gempa pemerintah hanya banyak belajar dari keadaan gempa di Indonesia dengan Mitigasi,” tutupnya. (Sugi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close