PaluSULTENG

Dosen, Mahasiswa dan PP IKA Untad, Tolak Pemilihan Rektor Baru.

Palu, Swatvnews.id – Berdasarkan surat Nomor R/794/A.A2/KP.03.02/2019 tentang Pemilihan Rektor yang ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenristek Dikti, Prof. Ainun Naim yang isinya mengatakan bahwa akan dilakukan perhelatan pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Tadulako (UNTAD), pada 4 Maret 2019.

Hal tersebut, mendapat penolakan dari berbagai pihak yang berkaitan, seperti Pengurus Inti Ikatan Alumni Universitas Tadulako, para Dosen serta Mahasiswa yang ada di lingkup Untad.

Seperti yang di sampaikan Prof. Max Nur Alam, salah seorang guru besar di agribisnis Untad, mengatakan bahwa menolak perhelatan pemilihan Rektor Untad yang akan digelar pada 4 Maret 2019, karena kami menganggap hal tersebut menyalahi undang undang kementrian.

Lebih lanjut ia mengatakan, Kami menganggap hal tersebut menyalahi aturan, karena seperti Ditegaskan didalam peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor 19 tahun 2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri didalam Pasal 9
Menyebutkan bahwa, Bahwa Pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf c dilaksanakan paling lambat 2 (dua) minggu sebelum berakhirnya masa jabatan Pemimpin PTN yang sedang menjabat.

“Saya mewakili Dosen yang ada di Universitas Tadulako, menyatakan sikap bahwa kami menolak serta minta kepada Menteri untuk membatalkan hal tersebut, karena jika tidak kami akan bertindak tegas, kami juga tidak menginginkan menteri Kemenristek Dikti agar tidak menginjakan kaki di bumi Tadulako ini,” Kata prof.Max Nur Alam dalam Jumpa pers yang dilaksanakan di sekretariat Pengurus Pusat Ikatan Alumni Untad.

Selain itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Tadulako Arifin Sanusi, mengatakan Sehubungan dengan pelaksanaan pilrek nantinya pada 4 Maret 2019 oleh rapat senat untad, kami Pengurus Pusat IKA Untad Palu, Sulawesi Tengah mencermati bahwa pelaksanaan Pilrek Untad tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan harus mengacu pada peraturan pemerintah yang berlaku, Tegasnya.

“kami inginkan proses pilrek Untad harus berkeadaban mengingat pilrek ini adalah bahagian yang nantinya akan menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam berdemokrasi khususnya di lingkungan Universitas Tadulako (Untad),” Lanjut Arifin Sanusi.

Tidak hanya PP IKA Untad dan Dosen, beberapa mahasiswa yang ada di lingkup Untad juga, dengan tegas menolak pemilihan Rektor yang baru, mereka juga mengaggap ada kejanggalan.(Sugi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close