EDUKASISULTENG

Bencana PaSiGala Tidak Membuat Semangat Pelukis Kardus Surut

Palu, swatvnews.id – Gempa dan tsunami yang menerjang Donggala, Palu Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) masih menjadi perhatian bagi pemerintah dan juga pemberitaan di berbagai media.

Namun, hal tersebut tidak membuat salah satu pelukis manusia kardus yaitu Febriandy, yang bertempat tinggal di perumahan BTN Bumi Rofiga Jalan Untad 1 tersebut, yang juga merupakan warga asli Kota palu dan tengah viral di media sosial seperti Youtube, Facebook dan instagram itu, tidak membuat semangatnya surut dalam berkarya walaupun Kota Palu sempat di landa bencana, yang membuat ia fakum beberapa saat karena tempat tinggalnya hancur dan tidak ada satupun alat alat lukisnya yang terselamatkan.

“Saya juga menjadi salah satu korban dari keganasan bencana pada 28 September 2018 yang membuat rumah saya sebelumya yang juga adalah tempat saya melukis, yang bertempat di jalan pipit Kota Palu itu, hancur oleh gempa, Tempat tinggal saya rata dengan tanah dan seluruh alat lukis saya tidak satupun yang sempat saya selamatkan,” ungkap Febri.

Tetapi hal tersebut, tidak membuat semangat Seorang pria yang kesehariannya hanyalah sebagai pelukis yang berdomisili dan lahir di Kota Palu itu luntur.

Ia juga sempat viral karena lukisan yang pertamanya langsung di jadikan keloksi oleh Presiden Republik Indonesia Jokowidodo, serta beberapa menteri yang ada di Indonesia, Seperti Mentri Kominfo dan Mentri Kelautan.

Pelukis tersebut juga belum berkeluarga, ia mulai melukis sejak kelas 3 Sekolah Dasar, hal itu ia lakukan dengan auto didak atau pemikirannya sendiri, stelah lulus Sekolah Menengah Atas ia ingin lebih memperdalam ilmunya tentang seni, khususnya seni lukis, ia memutuskan untuk mengambil Studi di salah satu universitas yang ada di Yokjakarta, dan mempelajari cara cara untuk menjadi pelukis yang Propesional.

Ia tidak memperjual belikan lukisan hasil karyanya tersebut, melainkan itu hanyalah hobi dan ingin menginspirasi masyarakat serta untuk mengenalkan kesenian yang ada di sulteng, khususnya lukisan, ia juga telah melakukan berbagai pameran di dalam negeri dan bahkan luar negeri seperti Korea Selatan, setelah ia menyelesaikan studinya tersebut, ia kembali ke tanah kelahirannya yaitu Kota Palu, yang kita kenal sebagai sebutan Kota Kelor.

Setelah beberapa waktu berada di Sulawesi Tengah tepatnya di Kota Palu, ia mengambil keputusan bahwa harus melakukan pameran di Daerah kelahirannya, dan akhirnya hal yang telah di rencanakannya tersebut, dapat ia laksanakan pada bulan April saat di selenggarakannya pameran lukisan Nasional di salah satu Hotel di Palu, ia mulai mendapat jati dirinya di pameran tersebut, karena presiden Jokowi menjadi salah satu pengunjung yang meminati hasil lukisannya, bahkan Jokowi mengoleksi lukisan pertamanya yang lukisan itu adalah wajah dari bapa presiden sendiri.

Selang beberapa waktu setelah Pameran, Febri di undang Presiden untuk hadir menemuinya di istana merdeka, karena melihat postingan Febri di akun instagram pribadi, yang mengunggah lukisan manusian kardus Presiden Jokowi Yang bersanding dengan Presiden Soekarno.

“Semejak pertemuan dengan presiden Jokowi itu, saya menjadi lebih percaya diri bahwa saya mampu, dan sya terus melakukan keseharian saya sebagai pelukis hingga saat ini,” kata Febri.

Selain itu lukisan manusia kardus yang ia buat tidak hanya di koleksi oleh Bapak Presiden, tetapi Beberapa Menteri Juga tertarik dengan lukisannya dan ikut mengoleksi, seperti mentri Kominfo dan Menteri Kelautan.

Febri menegaskan, bahwa lukisan yang ia buat tidak untuk di perjual belikan untuk warga umum, ia melukis hanya sebatas hobi dan bermaksud untuk memperkenalkan seni tidak hanya di indonesia tetapi juga menginginkan agar lukisannya tersebut bisa mencapai level mancanegara.

Ia juga berharap, agar pemerintah khususnya daerah agar lebih memperhatikan para seniman yang ada di daerah ini, karena seni juga merupakan sesuatu yang sangat perlu untuk di promosikan, agar daerah kita bisa lebih di kenal tidak hanya dalam negeri tetapi juga Luar negeri.**

Penulis : Sugiarto Efendi
Editor : Yusuf

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close